Pembangunan Underpass Bundaran Satelit Mangkrak, Dewan Beri Deadline REI

oleh
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri saat memimpin hearing. 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Ketua Komisi C (pembangunan) DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri memberikan deadline 10 hari kepada Real Estate Indonesia (REI) Jatim, terkait kelanjutan pembangunan Underpass Bundaran Satelit di Jalan Mayjend Sungkono.

Syaifuddin menegaskan, deadline tersebut diberikan karena proyek yang dibangun sejak 2015 tersebut saat ini mangkrak. Akibatnya, terjadi kemacetan lalu lintas menuju ke Surabaya barat.

“Hingga saat ini proyek tersebut baru mencapai 51 persen,” ujar Syaifuddin Zuhri saat hearing dengan REI Jatim, Senin (16/7/2018).

Syaifuddin Zuhri meminta ketegasan dari REI Jatim terhadap proyek underpass senilai Rp 74,3 miliar tersebut. Apalagi dari keterangan REI dana yang terkumpul baru Rp 39 miliar.

Padahal, dengan inflasi serta naiknya harga bahan bangunan, jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk proyek underpass bisa mencapai Rp 90 miliar.

“Makanya kami juga minta REI hitung lagi butuhnya anggaran berapa,” ucapnya.

Dia menambahkan, Komisi C minta kejujuran dari REI terkait komitmen menyelesaikan underpass. Sehingga, proyek pemecah kemacetan itu tidak menggantung nasibnya. Dalam deadline waktu 10 hari Komisi C minta REI berkoordinasi dengan para pengembang.

“Termasuk mendata pengembang mana yang masih sanggup dan tidak untuk urunan,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya akan mengundang lagi REI Jatim untuk meminta penjelasan usai deadline akhir. Jika REI tidak sanggup maka jalan terakhir akan di back up melalui APBD.

“Jangan janji tapi tidak dilaksanakan. Masyarakat juga butuh kepastian,” terangnya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *