Pembangunan Underpass Bundaran Satelit Terkendala Utilitas

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat menandatangani MoU pembangunan bundaran satelit.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat menandatangani MoU pembangunan bundaran satelit.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pembangunan jalan bawah tanah atau underpass di Bundaran Jalan Mayjen Soengkono menuju jalan HR Muhammad atau yang dikenal dengan Bundaran Satelit menuai hambatan.

Ketua DPD REI Jawa Timur Totok Lucida mengatakan pembangunan underpass satelit sudah dimulai pada bulan September. Namun proses pembangunan terkendala pemindahan utilitas yang ada di sekitar bundaran.

“Salah satunya utilitas milik Perusahaan Listrik Negara (PLN),” ujar Totok Lucida, Kamis (13/10/2016).

Selain milik PLN, pembangunan underpass juga terkendala jaringan utilitas yang lain. Seperti jaringan pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), pipa gas, jaringan telekonomukasi dan jaringan fiber optic.

“Kita bangun yang tidak ada kendala. Makanya, kita memulainya dari sisi barat,” terangnya.

Totok mengaku pihaknya kini juga masih mengupayakan pengumpulan dana pengerjaan underpass sebesar Rp 80 miliar. Pasalnya masih separo pengembang yang belum menyerahkan urunan untuk pengerjaan jalan sepanjang 470 meter tersebut.

Sebelumnya, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mendesak agar underpass di Bundaran Jalan Mayjen Soengkono menuju Jalan HR Muhammad segera dimulai pengerjaannya. Sebab, bila tidak segera dimulai, di kawasan Surabaya Barat bisa terjadi kemacetan akut.

“Saya mengundang bapak/ibu rapat di sini karena saya pengen tahu progress nya. Kita ingin dorong agar underpass ini segera terealisasi sehingga kita bisa selesaikan masalah urgen untuk akses di sana,” jelas Tri Rismaharini waktu itu. (bmb/gbi)