Pembongkaran Bangunan Masjid As-Sakinah Kembali Dilanjutkan

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Eri Cahyadi (tengah) saat berada di lokasi masjid As-Sakinah.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pembongkaran masjid As-Sakinah yang berada di komplek gedung DPRD Kota Surabaya, akhirnya dilakukan. Sebelumnya, pembongkaran tidak bisa dilakukan akibat polemik pemugaran beberapa bangunan yang ada di Balai Pemuda.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Eri Cahyadi  mengatakan, sebelum pembongkaran, pihaknya akan menutup seng di sekeliling bangunan masjid. Tujuannya untuk mencegah debu menyebar kemana-mana.

“Pembongkaran akan dimulai dengan menurunkan tiang-tiang sisi atap yang terbuat dari struktur baja. Khawatirnya kalau jatuh ke bawah pecah akan berbahaya,” terang Eri, Jumat (22/12/2017).

Eri memperkirakan pada hari Sabtu (23/12) bangunan yang tersisa sudah dirobohkan. Sementara, bangunan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) pembongkarannya menunggu selesainya proses pemindahan ke gedung Merah Putih yang berada di seberangnya.

“Jika perpindahan tuntas, Minggu pembongkaran tuntas. Ini teman-teman (DKS) masih mencari tempat di gedung Merah Putih,” katanya.

Sementara, untuk pembangunan gedung dewan yang baru, Eri mengestimasi masih mencukupi waktunya kendati hanya berselang setahun. Pasalnya, gedung tersebut struktur bangunannya sederhana.

“Meski bangunan itu seakan-akan tujuh lantai tapi kan bangunan itu tipikal, kerjakannya satu kali ngecornya tujuh lantai,” paparnya

Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya, Mohammad Taufik Siswanto memprediksi pembangunan masjid ditergetkan selesai dalam waktu 6 bulan. Pembangunan Masjid As-Sakinah satu kesatuan dengan gedung dewan.

Menurutnya, meski pembangunanya bersamaan, namun gedung masjid akan didahulukan penyelesaiannya. Ia mengungkapkan, luasan bangunan masjid yang baru 17 x 27 meter.

“Bangunan (Masjid) itu berdiri di bekas bangunan lama,” tuturnya.

Sementara untuk gedung DPRD yang baru, luasnnya 24 x 24 meter. Hanya saja, luasannya terpangkas di sisi belakangnya 8 x 8 meter. Taufik mengatakan, setelah pembongkaran banguna masjid, akan dilanjutkan dengan pembongkaan gedung sekretariat DPRD yang akan direhab untuk gedung baru.

“Setelah sekretariat (dewan) dipindah, pembongkaran dilakukan. Rencananya awal Januari,” katanya.

Taufik optimis pembangunan masjid As-Sakinah dan gedung dewan tuntas akhir 2018. Meski rencana pembangunannya molor sekitar dua bulan akibat polemik sebelumnya. Ia menerangkan, gedung dewan yang baru, jika sebelumnya direncanakan 8 lantai menjadi 7 lantai. Pengurangan jumlah lantai gedung dewan dilakukan setelah bangunan masjid dipisah.

“Lantainya berkurang. Tapi anggarannnya tetap, karena satu kesatuan,” paparnya

Untuk diketahui, lembangunan masjid As-Sakinah dan gedung DPRD yang baru menelan anggaran sekitar Rp. 55 M. Di gedung dewan yang baru akan ada ruang fraksi, komisi, ruang rapat dengan konstituen, kemudian perpustakaan dan ruang masing-masing anggota dewan. (bmb/gbi)