Pemerintah China Blokir Aplikasi WhatsApp

No comment 89 views

Ilustrasi pemblokiran aplikasi watsapp.

GLOBALINDO.CO, NEW YORK – Pemerintah China menerapkan kebijakan pemblokiran pada aplikasi WhatsApp yang dikembangkan oleh Facebook. Padahal, sang pemilik Facebook, Mark Zuckerberg terus melakukan pendekatan pada pemerintah China. Dia sibuk berkunjung ke Negeri Tirai Bambu itu untuk bertemu para pimpinan China, hingga belajar bahasa Mandarin.

Pemerintah China sebenarnya sudah berupaya memblokir WhatsApp pada pertengahan 2017. Ketika itu, para pengguna WhatsApp mendadak kesulitan dalam mengirim foto dan video lewat layanan tersebut, tapi pesan berupa teks masih bisa terkirim.

Awal pekan ini, keseluruhan layanan WhatsApp di China dilaporkan sudah tidak berfungsi. Bahkan pesan teks tak bisa terkirim, menurut Nadim Kobeissi, cryptographer di firma riset Symbolic Software. Menurut dia, cara pemblokiran dengan mengganggu fungsi layanan termasuk jarang dilakukan.

(Baca Juga: Rusia Blokir LinkedIn Terkait Spionase)

“Ini bukan metode teknis biasa yang digunakan pemerintah China dalam menyensor sesuatu,” kata Kobeissi seperti dilansir New York Times, Selasa (26/9/2017).

Dia menambahkan, monitor trafik internet di Symbolic Software sudah mendeteksi gangguan WhatsApp di China sejak Rabu pekan lalu, namun baru Senin kemarin pemblokiran diterapkan sepenuhnya.

Seorang pakar komunikasi internet di Chinese University of Hong Kong, Lokman Tsui mengatakan, layanan WhatsApp sudah mengalami gangguan parah pada hari Minggu pekan lalu di China. Segelintir pengguna masih bisa memakai WhatsApp tapi layanannya sudah demikian terbatas sehingga sama saja dengan diblokir.

“Kalau Anda cuma dibolehkan melaju dengan kecepatan 1 mil per jam di sebuah jalan, Anda tentu tidak mau melewati jalan itu meskipun sebenarnya tidak diblokir secara teknis,” ujar Tsui memberi analogi.

Pemblokiran WhatsApp di China terjadi menjelang persiapan Beijing menyambut kongres Partai Komunis yang bakal digelar pada 18 Oktober mendatang. Di perhelatan besar yang diadakan saban lima tahun ini Partai Komunis akan memilih jajaran pimpinannya.

Pemblokiran WhatsApp berarti bahwa warga China dan pengunjung harus menggunakan layanan alternatif seperti WeChat, aplikasi layanan instan buatan lokal di China yang memiliki 963 juta pengguna aktif.

WhatsApp adalah produk terakhir Facebook yang masih dibolehkan di China. Sebelumnya, aplikasi utama Facebook sudah diblokir sejak 2009. Instagram juga tidak bisa diakses di Negeri Panda.(kcm/ziz)