Pemerintah Impor Beras 500 Ribu Ton Hanya Untuk Ditimbun

oleh
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dituding sebagai penyebab kisruh impor beras karena salah menunjuk perusahaan importir beras.,

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Impor beras sebanyak 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) ternyata hanya untuk ditimbun saja.

Mendag, Enggartiasto Lukita menjelaskan, beras impor yang masuk ke gudang Bulog hanya untuk cadangan.

“Pertama saya ingin memastikan bahwa beras impor itu masuk ke gudang benar-benar digunakan untuk cadangan,” kata Enggar di gudang Bulog divre Jakarta Banten, Selasa (27/2/2018).

(Baca Juga: Anjloknya Harga Gabah Petani di Balik Impor Beras 500 Ribu Ton)

Dia menjelaskan, penyaluran beras impor bergantung pada perkembangan kebutuhan masyarakat. Menurut dia, cadangan berguna saat diperlukan dan akan dikeluarkan jika pasokan beras dari dalam negeri benar-benar kosong.

“Selama masih ada beras hasil panen yang hulu terus bergulir. Itu (beras hasil panen) akan terus dikeluarkan,” imbuh dia.

Enggar menjelaskan, Bulog akan melaksanakan operasi pasar seperti yang sudah digelar beberapa waktu yang lalu.

“Nanti seluruh pedagang di pasar menjual beras medium sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET),” imbuh dia.

Keputusan impor beras dilakukan pada pertengahan Januari lalu. Produk beras yang diimpor adalah jenis khusus atau beras yang tidak diproduksi di dalam negeri dan biasanya digunakan untuk ko sumsi hotel, restoran dan katering.

Kebijakan impor tersebut diambil karena harga beras di pasar melonjak. Contoh di pasar induk beras Cipinang, harga beras tembus Rp 12 ribu per kilogram untuk jenis medium di atas HET Rp 9.450 per kg. Sedangkan beras premium baik Rp 13 ribu per kilogram di atas HET 12.800 per kg.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *