Pemerintah Penjarakan Penunggak Pajak ke Nusakambangan

GLOBALINDO.CO, CILACAP – Pemerintah memberi ancaman sanksi berat bagi paa penunggak pajak. Di tengah penggenjotan program pengampunan pajak atau tax amnesty, pemerintah juga akan menjebloskan penunggak pajak ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Ultimatum tersebut tidak main-main. Baru-baru ini Direktorat Jenderal Pajak sudah mengirim seorang penunggak ke penjara khusus itu.

“Kemarin kami lakukan penyanderaan utang pajaknya Rp 819 juta dan kami bawa ke Nusakambangan,” kata Direktur Pelayanan dan Penyuluhan (P2) Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/12).

Penahanan penunggak pajak dipastikan tidak berhenti pada satu kasus saja. Bahkan kata Hestu, lapas Nusakambangan telah menyiapkan lima sel khusus untuk para penunggak pajak.

“Dan mereka terima dari pihak manapun. Dari Medan atau Jakarta pun diterima,” kata Hestu. Oleh karena itu, Ditjen Pajak menghimbau agar wajib pajak yang memiliki utang pajak untuk segara melunasinya.

Bisa juga memanfaatkan program pengampunan pajak yang akan berlaku sampai 31 Maret 2017.

“Kalau ikut tax amnesty, enggak akan di gijzeling (penahanan). Tetapi kalau tetap tidak mau ambil kesempatan ya Nusakambangan sudah menunggu,” ucapnya.

Seperti diketahui, Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan merupakan lapas dengan berkategori maximum security. Para penghuninya merupakan terpidana kasus terorisme dan narkotika. (kc/gbi)