Pemkab Ponorogo Hentikan Pencarian Korban Longsor, 24 Warga Belum Ditemukan

oleh
Tim SAR gabungan akhirnya memutuskan menghientikan proses pencarian korban longsor Ponorogo karena situasi tidak memungkinkan.

GLOBALINDO.CO, PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memutuskan menghentikan seluruh proses pencarian korban yang diduga tertimbun material longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung.

Bupati Ponorogo, Ipong MUchlissoni mengatakan, penghentian seluruh proses pencarian dilakukan karena kondisi material tidak mungkin untuk dilakukan pengerukan dan bisa membahayakan tim SAR maupun perkampungan yang ada di sekitarnya.

“Evakuasi saya hentikan karena akan memperparah kejenuhan air yang ada di dalam tanah itu. Jadi mulai saat ini, kami akan fokus untuk mencarikan jalan untuk lumpur, kalau tidak dikasih jalan maka akan menerjang ke mana-mana,” katanya.

(Baca: Cuaca dan Medan Berat Hambat Pencarian 25 Korban Tertimbun Longsor Ponorogo)

Menurutnya, penghentian proses pencarian tersebut juga telah sesuai dengan komitmen yang dilakukan pemerintah daerah dengan seluruh instansi maupun keluarga yang menjadi korban tanah longsor.

“Kan Kemarin janji saya kepada masyarakat, hari ini diteruskan dan dievaluasi, keputusan ini merupakan bagian dari evaluasi tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut Ipong menjelaskan, yang mendasari proses penghentian tersebut salah satunya adalah peristiwa longsor susulan pada Minggu siang, yang menyebabkan dua rumah warga tertimbun material tanah. Selain itu dua unit mobil dan beberapa unit sepeda motor juga ikut tertimpa longsoran.

Rencananya, pemerintah mulai besok akan melakukan pemetaan untuk menentukan langkah normalisasi sungai dan penataan timbunan material longsor. Sehingga sungai bisa mengalir dengan baik dan tidak membahayakan perkampungan yang ada di bawahnya.

Ia mengaku cukup kesulitan melakukan penanganan bencana tanah longsor di Desa Banaran, karena jumlah timbunan material longsor yang cukup banyak. Kondisi tersebut tidak mungkin diatasi dengan menggunakan alat berat yang hanya 10 unit.

“Di awal kami menggunakan air untuk menggelontorkan material longsor, namun cara tersebut akhir-akhir ini justru membuat tanah menjadi lembek dan mudah longsor, seperti yang terjadi pada hari ini,” imbuhnya.

Longsor di Dusun Tangkil hingga Krajan, Desa banaran, Kecamatan Pulung menimbun 28 orang. 4 Diantaranya sudah diketemukan, sedangkan 24 korban lain masih dinyatakan hilang.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *