Pemkot Malang Mohon Penahanan Empat Tersangka Korupsi Ditangguhkan, Termasuk Sekretaris Dispora

PPK proyek Dinas Pasar yang juga bekas Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Malang, Sulthon Nahari saat diperiksa penyidik Kejari terkait kasus korupsi proyek jasa servis dan pengadaan perangkat  komputer tahun 2014 seniilai Rp 300 juta.

PPK proyek Dinas Pasar yang juga bekas Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Malang, Sulthon Nahari saat diperiksa penyidik Kejari terkait kasus korupsi proyek jasa servis dan pengadaan perangkat komputer tahun 2014 seniilai Rp 300 juta.

GLOBALINDO.CO, MALANG – Empat pegawai Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang atas kasus korupsi proyek jasa servis dan pengadaan suku cadang yang diduga fiktif di Dinas Pasar tahun 2014. Pemkot akan mengajukan penangguhan penahanan mengingat peran mereka di birokrasi dianggap cukup penting, salah satunya merupakan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang.

Empat tersangka itu adalah Sulthon Nahari, Eko Wahyudi, Edy Winarno, dan Widodo. Keempatnya merupakan pejabat di Dinas Pasar pada saat kasus itu terjadi tahun 2014. (Baca: Dua Pejabat dan PNS Dinas Pasar Pemkot Malang Jadi Tersangka Korupsi).

“Kalau temen-temen kita itu saat ini masih dibutuhkan di instansinya, kenapa tidak mungkin kita akan mengajukan tahanan kota, sehingga mereka masih bisa bekerja,” kata Wakil Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui di Balai Kota Malang, Jumat (4/11).

Jika, Sutiaji mengaku tak mempermasalahkan jika ternyata permohonan penangguhan itu nantinya ditolak oleh kejaksaan. Sebab pekerjaan yang ditinggalkan oleh empat tersangka itu bisa digantikan oleh pejabat yang lain.

Ia menyadari bahwa penahanan keempat tersangka itu karena khawatir melarikan diri dan mengganggu proses penyidikan. Untuk itu, Pemerintah Kota Malang akan menjamin bahwa keempat tersangka itu tidak akan lari dan menghilangkan barang bukti.

“Dan, dijamin mereka tidak akan melarikan diri. Menghilangkan barang bukti yang masih tercecer,” imbuh Sutiaji.

Keempat tersangka diduga telah membuat laporan palsu terkait dengan proyek jasa servis dan pengadaan suku cadang senilai Rp 300 juta. Sebab, dari hasil penyelidikan pihak kejaksaan, tidak ditemukan adanya kegiatan terkait dua proyek itu.

Keempatnya sudah ditahan terhitung sejak Kamis (3/11/2016). Mereka dititipkan di Lapas Kelas IA Lowokwaru Kota Malang. Alasan kejaksaan menahan mereka karena dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan bukti dan mempengaruhi saksi-saksi. (kc/gbi)