Pemkot Manfaatkan Program SMS Untuk Sertifikasi Aset

Aminudin

Sekretaris Dinas Pengelolahan Bangunan dan Tanah, Pemkot Surabaya, Aminudin.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memanfaatkan betul program Sertifikasi Massal Swadaya (SMS) yang di gagas oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI.

Program yang dicanangkan pemerintah pusat dengan memberi kesempatan kepada seluruh warga menikmati kemudahan sertifikasi tanah itu juga digunakan pemerintah kota mensertifikasi aset yang dimilikinya.

Sekretaris Dinas Pengelolahan Bangunan dan Tanah (DPTB) pemkot Surabaya, Aminudin mengatakan saat ini ada sekitar 40 aset yang disertifikasi. Beberapa yang sudah disertifikasi adalah fasilitas umum seperti sekolah, taman dan gedung-gedung pemerintah.

“Semua sudah dalam proses. Sekarang kan prosesnya lebih cepat, karena pemerintah kota dan BPN sudah ada kerjasama dan kita sudah sering mengadakan rapat,” ujar Aminudin, Kamis (17/11/2016).

Terkait aset yang dimiliki pemkot, Aminudin menyebutkan cukup banyak. Terutama tanah ganjaran atau Bekas Tanah Kas Desa (BTKD).

Disinggung langkah Pemkot mengamankan tanah BTKD yang rawan akan gugatan dari warga, dia memastikan pihaknya sudah mengamankannya. Baik pengamanan fisik maupun administrasi.

“Kalau nanti ada komplain dengan warga akan kita selesaikan, tergantung komplainnya tentang apa,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kasi Pengaturan dan Penataan Pertanahan (P3) BPN II Surabaya, Samsul Bahri. Menurutnya, di wilayah BPN II sudah banyak aset Pemkot yang sudah proses sertifikasi.

“Terakhir yang diajukan untuk sekolah-sekolah, diantaranya SMAN 19, SMPN 15. Sertifikatnya sudah jadi dan sudah terdaftar, ” kata Samsul.

Samsul menjelaskan, selama ini para kepala sekolah kerap kebingungan karena sekolah mereka belum bersertifikat. Dengan adanya program ini, Pemkot memanfaatkan mensertifikatkan aset sekolah yang dimilikinya.

“Karena itu aset pemkot jadi sertifikatnya atas nama pemkot. Cuman mereka nanti diberi copyan. Jadi mereka bisa mencatat kalau tanahnya sudah bersertifikat, ” jelasnya. (bmb/gbi)