Pemkot Surabaya Bentuk Trauma Center

oleh
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat berkunjung ke rumah korban pengeboman Almarhum Bayu. Nampak putri Almarhum Bayu, Brigitta Alicia.  

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga membentuk trauma center untuk mendampingi anak-anak korban bom di Surabaya. Meskipun, sejak awal kejadian, tim psikolog Pemkot Surabaya sudah mendampingi pihak keluarga yang menjadi korban bom.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menjelaskan anggota trauma center berasal dari berbagai unsur. Mulai dari pemerintah kota, pihak kepolisian hingga psikolog.

“Tidak bisa pemkot saja, meskipun kami memiliki banyak psikolog. Kami juga dampingi anak-anak di sekolah korban dan di kelas korban,” jelas Tri Rismaharini, Selasa (15/5/2018).

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu menambahkan, saat ini Pemkot Surabaya terus mengawal dan menfasilitasi pengiriman jenazah korban. Dua sudah dikirim ke Solo dan ada ke Pasuruan.

“Pemkot Surabaya juga membantu pemakaman korban supaya lebih lancar,” katanya.

Cara lain yang dilakukan pemerintah kota untuk membantu meringankan korban bom bunuh diri adalah dengan menanggung seluruh biaya pendidikan salah satu anak korban.

“Rencananya seperti itu. Sekarang masih kita hitung semuanya,” imbuh Risma.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama rombongan mendatangi rumah duka dari almarhum Aloysius Bayu Rendra Wardhana bertempat di Jalan Gubeng Kertajaya I Raya Nomor 15A Surabaya, Senin (14/5).

Bayu merupakan salah satu korban dari ledakan bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya. Secara langsung, Risma menyampaikan ucapan belasungkawa kepada istri korban, Monic Dwi dan memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Mohon maaf kalau saya baru bisa datang ke sini, karena dari kemarin masih ada pekerjaan yang belum bisa ditinggalkan,” kata Risma kepada istri korban (Bayu).

Selanjutnya, Risma bersama jajaran kemudian mendatangi rumah duka Adi Jasa di Jalan Demak No. 90-92 Surabaya. Sebanyak lima orang yang menjadi korban ledakan bom bunuh diri disemayamkan secara bersamaan di rumah duka Adi Jasa Surabaya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *