Pemkot Surabaya Berikan Bantuan dan Pendampingan Bagi Ibu Penjual Ginjal

oleh
Kepala Dinas DP5A Kota Surabaya, Nanis Chairani.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, bergerak cepat menyikapi salah satu warganya, Juwarti, yang berencana menjual ginjal. Tak hanya memberikan bantuan ekonomi, keluarga juga akan diberi pendampingan untuk mengembalikan kondisi keluarga kembali normal.

Ditemui di komplek Masjid Al Muhajirin, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini berharap dengan bantuan yang diberikan kejadian yang sama tidak terulang kembali.

“Jadi memang si anak ini labil, ibunya juga. Jadi kita bantu pendampingan supaya tidak terulang,” kata Risma, Rabu (7/3/2018).

Sementara kedepannya Juwarti akan diberi ruang kerja lebih baik, yakni dengan memanfaatkan pekerjaanya selama ini berjualan kaos. Ia akan dipekerjakan di sentra Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berada di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

“Tidak diistimewakan, kita beri bekerjaan supaya dapat mandiri,” tambah Risma.

Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Nanis Chairani mengatakan pihaknya yang melakukan pendanpingan.

Pendampingan psikologis melibatkan psikolog dilakukan mengembalikan kepercayaan diri dan menyadarkan supaya tidak mengulangi.

“Itu yang penting supaya tidak nekat lagi,” kata Nanis.

Diberitakan sebelumnya, Kota Surabaya sempat dihebohkan dengan rencana Juwarti warga Jalan Dukuh Menanggal I, Kelurahan Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, berencana menjual ginjal. Juwarti melakukan aksi tersebut setelah sang buah hati yang merengek meminta dibelikan handphone (HP).

Juwarti berjalan keliling membawa sesobek kardus bertulis penawaran ginjalnya bagi mereka yang sudi membeli. Beruntung aksinya itu segera diketahui oleh Pemerintah Kota Surabaya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *