Pemkot Surabaya Gelar Sekolah Kebangsaan

No comment 362 views
Walikota Surabaya foto bersama dengan para veteran pejuang. Untuk menghormati jasa para pahlawan setiap tiap tahunnya Pemkot Surabaya menggelar sekolah perjuangan.

Walikota Surabaya foto bersama dengan para veteran pejuang. Untuk menghormati jasa para pahlawan, setiap tiap tahunnya Pemkot Surabaya menggelar sekolah kebangsaan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar Sekolah Kebangsaan. Agenda tahunan ini diawali di SMA Katolik St. Louis Surabaya, Selasa (1/11/2016)

Sekolah Kebangsaan yang dikemas layaknya aktifitas belajar mengajar ini dihadiri ratusan pelajar di Kota Surabaya, dari tingkatan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan beberapa veteran pejuang, tampil sebagai “guru” yang berkisah tentang semangat kepahlawanan.

Menariknya, Sekolah Kebangsaan tidak hanya digelar secara pasif. Tetapi dikemas interaktif. Para pelajar bisa berinteraksi langsung dengan walikota dan juga para veteran dengan mengajukan pertanyaan.

“Acara ini perlu diadakan agar anak-anak tahu bahwa kemerdekaan yang kita raih, bukan karena diberi. Tetapi karena perjuangan para pahlawan,” tegas Tri Rismaharini.

Selama sekitar satu jam, walikota menyampaikan banyak hal kepada para pelajar. Tentang semangat kepahlawanan yang harus diwarisi, pentingnya keberanian untuk bersaing dengan pelajar di seluruh dunia, pentingnya menjadi pemenang di kota sendiri dan tidak bergantung pada orang lain.

“Kalian perlu ingat, situasinya sekarang memang berbeda dengan dulu. Tetapi semangatnya sama. Semangat untuk jadi pemenang di kota sendiri,” sambungnya.

Sekolah Kebangsaan akan digelar selama November ini di beberapa lokasi. Dan lokasi yang dipilih tidak sembarangan. Tetapi merupakan tempat-tempat yang sarat akan nilai sejarah karena dulunya menjadi “saksi perjuangan” para pahlawan.

Diantaranya di Taman Jayengrono, di Sekolah Santa Maria, Sekolah Don Bosco, kantor PCNU di Bubutan. Serta, rumah HOS Tjokroaminoto.

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser menambahkan, setelah dari SMA Katolik St. Louis sekolah kebangsaan akan dilanjutkan di Taman Jayengrono pada hari Rabu. Selanjutnya, pada hari Kamis di Santa Maria dan Sekolah Don Bosco pada hari Jumat.

“Kemudian Senin di kantor PCNU Bubutan dan Selasa di rumah HOS Tjokroaminoto,” jelas Fikser. (bmb/gbi)