Pemkot Surabaya Terus Kembangkan Kawasan Eks Lokalisasi

Kasatpol PP Irvan Widyanto, didampingi Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser serta sejumlah camat saat menggelar konverensi pers tadi siang.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya, terus melakukan pengalihan fungsi tempat lokalisasi yang ada di Surabaya. Harapannya, kawasan eks lokalisasi bisa terus berkembang ke arah yang lebih baik.

Selain melakukan pembangunan di kawasan tersebut, operasi juga terus dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam pencegahan prostitusi terutama di eks lokalisasi. Meskipun kawasan tersebut sudah tidak ada lagi.

Kasatpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, hingga saat ini, Pemkot Surabaya bersama dengan Satpol PP beserta dengan petugas lainnya terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan, agar masyarakat juga turut membantu menolak kegiatan prostitusi.

“Harapan kita kawasan eks lokalisasi bisa lebih baik,” ujar Irvan Widyanto, Senin (1/5/2017).

Irvan menuturkan, upaya pengalihan fungsi eks lokalisasi ini juga tidak terlepas dari keinginan kuat Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Keinginan kuat Wali Kota Surabaya dalam menutup lokalisasi terlihat saat melakukan alih fungsi tempat kawasan dolly yang sudah terkenal dengan kawasan prostitusi.

Menurutnya, uasana sempat mencekam dalam penutupan kawasan dolly yang disertai dengan ancaman. Namun, Walikota Surabaya saat itu memberikan motivasi kepada dirinya saya.

“Bila saya tidak turun ibu Walikota Surabaya sendiri yang akan turun. Itu adalah salah satu bukti keinginan kuat Wali Kota Surabaya dalam upaya menutup kawasan prostitusi,” kata Irvan.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengajak masyarakat juga mau ikut berpartisipasi dalam mereduksi prostitusi yang ada di Surabaya. Menurute dia, tantangan di masa depan adalah kegiatan prostitusi yang memanfaatkan teknologi informasi.

Karena itulah, dia mengajak semua elemen masyarakat untuk mau mengantisipasinya. “Sudah tiba saatnya, menjaga hal ini bersama dengan masyarakat,” katanya.

Irvan mengatakan, dalam mengurangi dan mengantisipasi kegiatan prostitusi dan keamanan lainnya Pemkot Surabaya membentuk tim yang menangani hal tersebut. Tim itu bernama Tim Asuhan Rembulan dan Tim Posko Pantau Terpadu. (bmb/gbi)