Pemkot Surabaya Tolak Ajakan Damai PT Gala Bumi Perkasa

Kuasa hukum Pemkot Surabaya

Kuasa hukum Pemkot Surabaya

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Keinginan kuasa Hukum PT Gala Bumi Perkasa (GBP) Joint Operation (JO) Liliek Djaliyah supaya kliennya berdamai dengan Pemkot Surabaya selaku penggugat sepertinya sulit terwujud.

Ditemui sejumlah wartawan, kuasa hukum Pemkot Surabaya Setijo Boesono justru meragukan niat PT Gala Bumi Perkasa yang menginginkan lahirnya perdamaian dalam proses mediasi.

“Kalau PT Gala Bumi Perkasa selama ini ingin adanya perdamaian, buktinya selama ini tidak ada seperti itu,” kilahnya.

Setijo Boesono menegaskan, pihaknya tidak akan serta merta menerima ajakan berdamai dari PT Gala Bumi Perkasa. Menurut dia, pihaknya harus melihat dan mempelajari terlebih dahulu konsep perdamaian yang ditawarkan.

“Kita tidak akan serta merta menerima perdamaian itu. Kami akan lihat dulu bagaimana konsep perdamaian itu,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kemarin Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mulai menggelar sidang gugatan perdata yang dilayangkan Pemkot Surabaya terhadap PT Gala Bumi Perkasa (GBP) JO (Join Operation) selaku pengelola Pasar Turi.

Dalam sidang yang digelar di ruang Sari 1 ini, Mangapul Girsang selaku ketua majelis hakim memberikan kesempatan kepada Pemkot Surabaya (penggugat) dan PT Gala Bumi Perkasa (tergugat) untuk melakukan mediasi atas gugatan pengelolaan Pasar Turi.

Dalam proses mediasi tersebut, pihak PT Gala Bumi Perkasa berharap Pemkot Surabaya mau menerima perdamaian yang diajukannya. Gugatan diajukan Pemkot Surabaya karena adanya wanprestasi dari PTGala Bumi Perkasa dalam proses pembangunan Pasar Turi.(bmb/gbi)