Pemkot Surabaya Wajibkan RHU Tutup Selama Ramadan

Razia yang dilakukan Satpol PP terhadapa salah satu RHU di Surabaya. Selama Bulan Ramadan, Pemkot Surabaya mewajibkan RHU menutup dan menghentikan kegiatan.

Razia yang dilakukan Satpol PP terhadap salah satu RHU di Surabaya. Selama Bulan Ramadan, Pemkot Surabaya mewajibkan RHU menutup dan menghentikan kegiatan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Suasana kondusif yang tercipta di Kota Surabaya pada Bulan Ramadan tahun lalu dan juga tahun-tahun sebelumnya, diharapkan terus berlanjut di tahun ini.

Demi terciptanya situasi kondusif jelang bulan puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah/2016 Masehi, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyerukan beberapa poin penting untuk diketahui masyarakat

Kepala Bakesbang Linmas (Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat) Kota Surabaya Soemarno mengatakan, seruan ini dimaksudkan untuk memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fistri juga menghadapi musim kemarau 2016.

Terkait pengawasan terhadap Rumah Hiburan Umum (RHU) pihaknya tetap melakukan pengawasan sesuai pada Perda 23 tahun 2012 tentang kepariwisataan.

Mengacu pada pasal 24 ayat (1) huruf a, bahwa selama Ramadhan dan malam Idul Fitri, untuk kegiatan usaha diskotik, panti pijat, kelab malam, karaoke dewasa, karaoke keluarga, Spa dan pub/rumah musik diwajibkan menutup /menghentikan kegiatan.

“Ini mengingatkan kembali para kepariwisataan, khususnya usaha hiburan malam, untuk dapat mematuhi aturan-aturan yang berhubungan dengan bulan Ramadan,” ujar Soemarno, Kamis (2/6/2016).

Seruan lainnya, masyarakat dilarang menggunakan bangunan atau tempat untuk melakukan perbuatan asusila, dilarang membawa, menyimpan dan mempergunakan atau meledakkan petasan/mercon.

Warga juga tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kegaduhan dan mendatangkan massa sehingga berpotensi menimbulkan keributan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengedarkan, menjual atau menyajikan minuman yang mengandung alkohol.

“Untuk menghormati bulan puasa Ramadan, maka restoran, rumah makan, warung/PKL agar tidak mencolok dan diminta untuk memasang tabir,” sambung dia.

Karena Ramadan tahun ini juga bertepatan dengan musim kemarau, masyarakat diimbau untuk mewaspadai bahaya kebakaran. Salah satunya dengan melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap lahan-lahan kosong (alang-alang). (bmb/gbi)