Pemprov Apresiasi Musrenbang yang Digelar Pemkot Surabaya

oleh
Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Abdul Hamid saat memberikan sambutan dalam acara Musrenbang Kota Surabaya tahun 2018.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Abdul Hamid memberikan apresiasi dan menyambut baik adanya Musrenbang di Kota Surabaya ini. Menurut dia, Musrenbang merupakan instrumen komunikasi untuk membuat produk dan kegiatan yang berbasis pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Sehingga dapat menyusun RKPD tahun 2019 yang akan datang,” kata Abdul Hamid, saat mengikuti Musrenbang Kota Surabaya, Rabu (28/3/2018).

Disampaikan Hamid, bahwa Surabaya termasuk dalam enam besar kota terbesar, termasuk diantaranya kota Seoul (Korea Selatan) yang pertama. Tetapi lima negara besar lainnya yang tertinggi nilainya yakni Kota Surabaya.

“Sebuah prestasi agregat. Tidak akan ada artinya jika hanya seorang wali kota saja tanpa konstitusi dan langkah kerjasama. Sebuah akurasi dan kerjasama diantara semua pihak,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa dalam rangka kemudahan investasi, ada beberapa syarat-syarat penting yang harus dipenuhi. Pertama yakni excellence service birokrasi, ketersediaan energi, aksesibilitas, resistensi sosial terhadap investasi yang masuk, keberadaan kemantapan Upah Minimum Regional (UMR), dan akuisisi lahan.

Dari 38 Kab/Kota, hampir seperempatnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur disokong dari Kota Surabaya.

“Terhadap investasi yang masuk, tidak diragukan lagi kalau Kota Surabaya kontribusinya terhadap Jawa Timur lebih dari 25,8 persen,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeko Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji menuturkan jika pembuatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019, Pemerintah Kota Surabaya akan fokus pada peningkatan daya saing melalui sektor perdagangan dan Jasa dengan dukungan integrasi infrastruktur ekologis.

Ada dua hal yang menjadi dasar dalam pembuatan RKPD. Pertama, permasalahan skala kota yang menjadi prioritas pembangunan skala kota. Kemudian, kebutuhan skala lingkungan yang masuk dalam Musrenbang RKPD di kecamatan.

“Puncaknya dari semua itu adalah kita menuju pada kesejahteraan masyarakat,” tandas Agus Imam Sonhaji.

Untuk tahun ini, sebanyak 7.142 usulan masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Munsrenbang) tahun 2018 Kota Surabaya. Jumlah tersebut terbagi dalam beberapa klasifikasi. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *