Penanganan PMKS di Surabaya Mendapat Apresiasi dari Akademisi

oleh
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat memberangkatkan para PMKS ke daerah asalnya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Akademisi dan Psikolog dari Universitas Katolik Widya Mandala, Yessyca Diana Gabrielle mengapresiasi kerja hebat yang dilakukan para para tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK). Terutama dalam merehabilitasi para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Surabaya.

Menurutnya, untuk penanganan PMKS hingga memulangkan mereka ke tempat tinggal asalnya, sama sekali tidak mudah. Mereka tidak hanya harus kreatif dan tahan banting, tetapi juga memiliki iman yang kuat.

“Perjuangannya sungguh luar biasa. Mereka tidak hanya harus kreatif dan tahan banting, tetapi iman juga harus kuat,” ujar Yessyca, Rabu (25/10/2017).

Menurut Yessyca, dalam penanganan PMKS, tidak hanya tentang memberi makan ataupun menyediakan tempat tinggal. Lebih dari itu, faktor psikologis PMKS juga harus diperhatikan.

“Penanganan PMKS ini harus holistik,” kata dia.

Penanganan holisitik tersebut meliputi kondisi PMKS harus sejahtera, tidak hanya sejahtera ekonomi tetapi juga psikologis. Dia mencontohkan semisal di Surabaya, PMKS mendapatkan makanan tiga kali sehari.

Kemudian penanganannya melibatkan berbagai profesi dan lembaga semisal akademisi hingga psikolog. Ketiga, PMKS harus ada aktivitas.

“Itu semua diberikan di Surabaya. Karenanya, mereka yang setelah dikembalikan ke tempat asalnya, ada yang kemudian balik lagi ke sini. Bisa jadi karena mereka merasa standarnya (penanganan) di Surabaya lebih bagus dibanding di daerahnya. Ini yang menjadi pekerjaan rumah,” pungkas Yessyca. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *