Penembakan Brutal di Kampus Osmangazi Turki, 4 Tewas

oleh
Kampus di Turki yang menjadi sasaran penembakan brutal.

GLOBALINDO.CO, ISTANBUL – Wilayah Turki kembali diguncang aksi kekerasan dalam bentuk penembakan brutal. Penembakan brutal terjadi di kampus Universitas Osmangazi di Provinsi Eskisehir, Turki. Sedikitnya 4 orang tewas dalam insiden ini.

Seperti dilansir AFP, Jumat (6/4/2018), seorang peneliti di universitas itu melepas tembakan secara brutal dan menewaskan empat rekannya. Insiden penembakan mematikan semacam ini yang biasanya dipicu pertengkaran, bukan hal langka di Turki. Namun aksi penembakan di dalam area kampus tergolong sangat tidak biasa terjadi di negara ini.

Penembakan terjadi di Universitas Osmangazi di Provinsi Eskisehir, Turki pada Kamis (5/4/2018) waktu setempat. Empat orang yang tewas merupakan Wakil Dekan Fakultas Pendidikan, Sekretaris Fakultas dan dua dosen di universitas itu. Identitas korban tewas tidak diungkap ke publik.

(Baca Juga: Turki Tak Lagi Aman, Dubes Rusia Mati Ditembak di Galeri Seni)

Kantor berita Turki, Dogan News Agency, melaporkan bahwa pelaku penembakan yang disebut sebagai seorang peneliti di kampus itu, telah ditahan setelah berusaha kabur. Kepolisian Turki kini masih menginterogasi pelaku, yang identitasnya oleh media lokal disebut sebagai Volkan B.

Media lokal Turki lainnya menyebut istri pelaku ikut ditahan sebagai bagian dari penyelidikan.

Rektor Universitas Osmangazi, Hasan Gonen, mengonfirmasi kepada televisi CNN-Turk bahwa empat orang tewas dalam penembakan ini. Disebutkan oleh Gonen bahwa pelaku awalnya masuk ke kantor dekan dan menembaki orang-orang di dalamnya saat tidak menemukan sang dekan. Menurut Gonen, pelaku merupakan sosok bermasalah yang pernah menghina secara verbal sejumlah personel akademis di universitas itu.

“Kami telah memulai penyelidikan atas si peneliti itu. Dia orang yang bermasalah… Saya yakin dia menargetkan para personel itu karena masalah psikologi,” sebut Gonen.

Lebih lanjut, Gonen mengaku tak tahu-menahu bagaimana pelaku bisa membawa senjata ke dalam kompleks kampus tanpa terdeteksi. Kampus-kampus di Turki biasanya memiliki pengamanan yang ketat.

Menanggapi insiden ini, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menegaskan tidak akan ada rincian yang diabaikan dalam penyelidikan. Penembakan ini sempat memicu kepanikan orang-orang di dalam kampus. Kebanyakan mahasiswa dan dosen merasa shock. Otoritas setempat menyatakan tidak ada indikasi bahwa penembakan di Universitas Osmangazi ini bermotif terorisme atau ekstremisme.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *