Penembakan di Gedung Putih, Seorang Pelaku Dilumpuhkan Secret Service

penembakan gedung putihGLOBALINDO.CO, WASHINGTON – Aksi penembakan mengguncang Gedung Putih, Washington D.C Amerika Serikat. Seorang pria ditembak oleh petugas Secret Service di kawasan luar kompleks Gedung Putih. Setelah penembakan, Gedung Putih disterilkan selama 45 menit.

Pria yang ditembak kemudian dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Presiden Barack Obama pada saat penembakan terjadi tak terlihat di Gedung Putih. Pasca kejadian Secret Service mencuit bahwa seluruh awak mereka dalam kondisi selamat.

ABC News, Sabtu (21/5/2016) melansir, Wakil Presiden Joe Biden saat terjadi penembakan dilaporkan tengah berada di dalam kompleks di Gedung Putih, “Kondisinya aman,” ujar seorang juru bicara.

Seorang saksi mata, Jenna Noelle yang berasal dari Austin, Texas mengatakan saat kejadian ia baru saja mengambil foto di depan Gedung Putih. Ia kemudian mengetahui seorang pria tengah mengganggu seorang agen.

“Saat kami berjalan, kami mendengar suara tembakan, dan beberapa orang mulai berlarian, dan para petugas bersenjata mengevakuasi orang-orang” kata dia.

Seorang pria bersenjata yang dilumpuhkan diketahui bernama Jesse Olivieri. Dia terpaksa dilumpuhkan petugas karena tidak mematuhi perintah untuk menjatuhkan senjata yang disandangnya.

Otoritas setempat mengatakan, Olivieri sengaja melakukan aksinya itu agar ditembak mati oleh polisi. Pria asal Pennsylvania, AS itu sempat mengatakan ingin mati saja. Olivieri menderita luka tembak di bagian dada. Olivieri dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Kepolisian Washington langsung melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut. Secret Service bersama polisi juga menggeledah mobil pelaku yang diparkirkan beberapa blok dari Gedung Putih. Biro investigasi AS, FBI, memeriksa latar belakang Olivieri.(tc/ozc/ziz)