Penertiban PKL di Gembong Berlangsung Ricuh

oleh
PKL di Gembong saat memblokade jalan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh Satpol PP Kota Surabaya di kawasan Gembong di Jalan Kapasari berlangsung ricuh. Para pedagang tidak terima dengan penertiban yang dilakukan Satpol PP.

“Penertibannya sudah dari jam 16.00 WIB. Pedagang dan Satpol PP ricuh,” kata Hari warga Ngaglik, Senin (12/11/2018).

Akibat ricuh itu Jalan Kapasari yang menuju ke arah Jalan Kusuma Bangsa diblokade oleh para PKL. Para PKL meletakkan karung berisi pasir di tengah jalan sehingga kendaraan tak bisa lewat.

Hanya satu ruas jalan yang bisa dilewati yakni sementara arah jalan dari Kusuma Bangsa menuju Kapasari tersendat. Terlihat satu truk Satpol PP tertahan di lokasi. Bagian depan bannya kempes.

Saat ini, polisi masih melakukan mediasi dengan para pedagang. Suasana kawasan Jalan Kapasari juga masih belum kondusif.

Terpisah, Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto menuturkan, proses pendataan kepada para pedagang sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2017 lalu. Kemudian kami melakukan sosialisasi.

“Karena sudah waktunya relokasi, kami melakukan penertiban,” ujar Irvan Widyanto.

Irvan menyayangkan penertiban PKL di kawasan Gembong yang berakhir ricuh. Irvan mengaku kecewa karena penertiban menjadi tidak kondusif lantaran para PKL terprovokasi.

“Akhirnya kami menarik mundur agar supaya situasi menjadi reda dulu,” kata Irvan. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *