Pengacara Irman Tuding KPK Tabrak Prosedur Pelimpahan Berkas

Mantan Ketua DPD RI, Irman Gusman segera disidang dalam kasus suap impor gula di Perum Bulog.

Mantan Ketua DPD RI, Irman Gusman segera disidang dalam kasus suap impor gula di Perum Bulog setelah KPK melimpahkan berkas penyidikannya ke jaksa penuntut, Jumat (28/10). 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pengacara Irman Gusman memprotes tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melimpahkan berkas penyidikan kliennya ke jaksa penuntut. Sebab, pelimpahan berkas itu tidak dihadiri tim pengacara.

Pengacara Irman, Maqdir Ismail menilai pelimpahan berkas perkara suap pengurusan distribusi kuota gula impor melanggar prosedur karena dilakukan secara sepihak.

“Yang menjadi masalah itu ketika pelimpahan itu kami tidak hadir. Saya kira kita lihat nanti sajalah prosesnya itu bagaimana,” kata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (28/10).

KPK menepis protes pihak Irman Gusman. Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan, pelimpahan tersebut tidak terhalang karena dilengkapi atau disertai berita acara.

Pihaknya sudah melampirkan berita acara mengenai penolakan kehadiran penasihat hukum Irman Gusman, Maqdir Ismail dalam berkas yang dilimpahkan.

“Pengacara IG (Irman Gusman) menolak hadir dan penyidik sudah membuat berita acara penolakan,” kata Yuyuk di KPK, Jakarta, Jumat (28/10).

Selain berkas Irman, KPK juga melimpahkan dua berkas milik penyuap yakni Direktur Utama Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi. Sesuai ketentuan, penuntut umum diberikan waktu selama 14 hari untuk menyusun dakwaan kepada ketiga tersangka.

Irman Gusman diketahui menelepon Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti untuk memberikan rekomendasi kepada CV Semesta Berjaya untuk menjadi distributor gula di Sumatera Barat.

Djarot Kusumayakti mengungkapkan pihaknya mengakui menunjuk langsung CV Semesta Berjaya. Djarot mengatakan, pihaknya perlu segera menangani lonjakan harga gula yakni Rp 2 ribu di Sumatera Barat.

Ia mengakui ditelpon Irman dan menawarkan CV Semesta Berjaya. Usai ditelepon, Djarot kemudian mengirimkan 1.000 ton gula ke Sumatera Berat. Jumlah tersebut lebih kecil dari 3.000 ton gula yang diminta.

Sekadar informasi, Irman Gusman tertangkap tangan menerima Rp 100 juta dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto. Uang tersebut diantar oleh Xaveriandy dan istrinya Memi ke rumah dinas Irman di Jalan Denpasar, Kuningan, Sabtu (17/9/) dini hari.

Usai pemeriksaan secara intensif, KPK menetapkan Irman, Xaveriandy dan Memi sebagai tersangka. Suap tersebut untuk mendapatkan rekomendasi dari Irman kepada Badan Urusan Logistik untuk mendapatkan kuota distribusi gula impor di Provinsi Sumatera Barat. (tb/gbi)