Pengacara Novanto Dilaporkan ke KPK, Dinilai Halangi Penyidikan

Pengacara Setya Novanto, Frederich Yunadi ikut dilaporkan ke KPK karena dinilai menghalangi proses penyidikan kliennya di KPK.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pengacara Setya Novanto, Frederich Yunadi kecipratan getah aksi kliennya yang melakukan berbagai upaya tak masuk akal untuk berkelit dari jerat Komisi Pemberantasan Korupsi. Federich dilaporkan koalisi aktivis antikorupsi ke KPK karena dianggap menghalangi penyidikan terhadap Novanto.

Laporan ke KPK ini disampaikan Koalisi Masyarakat Sipil Anti-Korupsi yang terdiri dari YLBHI, Kontras, ICW, LBH Pers, PBHI, Truth, TII, Pemuda Muhammadiyah, dan GAK.

“Kami menuntut agar KPK segera melakukan penyelidikan atas dugaan obstruction of justice,” ujar peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, usai melaporkan Fredrich di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/11). Kurnia meminta agar KPK menjerat Fredrich dengan Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kurnia mengatakan, tindakan Fredrich yang melarang kliennya memenuhi panggilan KPK sudah masuk ke dalam unsur merintangi penyidikan. Alasan-alasan yang dikemukakan oleh Setnov dan pihaknya untuk mangkir pemeriksaan dirasa kurang tepat.

“Jadi sudah jelas jika KPK ingin memanggil seorang anggota DPR yang berstatus sebagai saksi atau tersangka dengan dugaan melakukan tindak pidana korupsi tidak memerlukan izin dari Presiden,” katanya.

Selain melarang Novanto memenuhi panggilan penyidik, tindakan Fredrich yang melaporkan dua pemimpin KPK juga masuk ke dalam dugaan Pasal 21.

“Jadi sudah jelas dasar argumen pelaporan tim kuasa hukum Novanto ke Kabareskrim sudah dapat dikategorikan sebagai tindakan obstruction of justice,” ungkap Kurnia.

Menurut Kurnia, Pasal 21 harus dikenakan kepada Fredrich maupun pihak-pihak yang mencoba menghalang-halangi penyidikan kasus megakorupsi proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.

“Ini menjadi penting agar proses penanganan perkara korupsi e-KTP dapat berlangsung tanpa ada gangguan dari pihak mana pun,” tandasnya.

Terbaru, Frederich juga melontarkan keterangan yang berbeda dari pengakuan saksi dan fakta di lapangan soal kronologis kecelakaan Novanto. Salah satunya, ia menyebut jika kepala kliennya benjol segede bakpao dan tekanan darahnya mencapai 190.

“Benjol segede bakpao,” katanya.

Tentu saja ini mengherankan bagi banyak pihak, terutama warganet setelah melihat foto kondisi Novanto di rumah sakit dan keterangan beberapa saksi di lapangan.

Dari foto-foto yang beredar, tak ada benjolan di kepala Setnov. Bajunya juga nampak bersih dan tangannya tak terdapat luka-luka.

Yg benjol segede bakpao mana ya dibawahkah krn hernia????haahaah,” kata seorang warganet.  (lpn/nad)