Pengacara Novanto Minta Hakim Tolak Dakwaan Jaksa karena Tidak Sah

oleh
Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto menunjukkan ekpresi dan raut muka riang, tanpa beban di sidang pembacaan eksepsi, Rabu (20/12).. Situasi ini berbanding terbalik saat dirinya menjalani sidang dakwan, Rabu pekan lalu.
Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto menunjukkan ekpresi dan raut muka riang, tanpa beban di sidang pembacaan eksepsi, Rabu (20/12). Situasi ini berbanding terbalik saat dirinya menjalani sidang dakwan, Rabu pekan lalu.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Tim kuasa hukum Setya Novanto meminta majelis hakim menolak dakwaan dari jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Pengacara Novanto berdalih, dakwaan jaksa KPK terhadap kliennya disusun surat penyidikan yang tidak sah.

Pengacara Novanto, Maqdir Ismail mengatakan, dalam dakwaan Novanto, perhitungan kerugian keuangan negara juga dibuat oleh lembaga yang tidak berwenang menghitung kerugian keuangan negara, yaitu lembaga/ badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP).

“Karena yang berwenang untuk menghitung keuangan negara menurut konstitusi hanyalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ujar Maqdir saat membacakan eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu, (20/12).

Ia menambahkan, kerugian keuangan negara dalam masing-masing surat dakwaan tidak diuraikan secara nyata dan pasti (actual loss). Sebab, dalam masing-masing surat dakwaan kerugian keuangan negara sama jumlahnya, tetapi pihak yang diperkaya berbeda sehingga tidak cermat dan tidak jelas berapa jumlah sebenarnya kerugian keuangan negara akibat perbuatan terdakwa.

Surat dakwaan Novanto, lanjut Maqdir, harus batal demi hukum karena jaksa menyusunnya secara cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap. Sehingga dakwaan kabur (obscuur libel) dan harus dibatalkan karena melanggar azas splitsing  perkara.

“Sebagaimana terdapat pasal 142 KUHAP yaitu tidak adanya kesamaan perbuatan bersama-sama (deelneming), tidak adanya kesamaan tempus delictie (waktu terjadinya tindak pidana) dan locus delictie, tidak adanya kesamaan unsur perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang,” ujarnya.

“Tidak adanya kesamaan penerima atau orang yang diperkaya, atau orang yang diuntungkan yang mengakibatkan adanya perbedaan kerugian negara dalam masing-masing surat dakwaan yang didakwakan secara splitsing.”

Setya Novanto dan pengacaranya, Maqdir Ismail.

Menurutnya, surat dakwaan harus dibatalkan karena melanggar azas splitsing perkara, yaitu adanya orang yang diperkaya atau diuntungkan yang hilang namanya dalam dakwaan pokok perkara terdakwa Setya Novanto.

“Nama-nama tersebut terdapat dalam dakwaan Irman dan Sugiharto sebagai dakwaan pokok, dihilangkan dan dikurangi dalam dakwaan Setya Novanto yang jelas-jelas melanggar azas splitsing perkara,”tandasnya. (Baca: Pengacara Novanto Minta KPK Jelaskan Hilangnya Deretan Nama Elit Politik dalam Surat Dakwaan).

Ia menlai, dalam uraian perbuatan materiil tentang ada penerimaan uang oleh terdakwa Johannes Marliem, Anang Sugiana Sudihardja dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, tidak jelas dan cermat. Menurutnya, uraian jaksa tentang proses, sumber, pengadaan, dan tata cara penyerahan uang kepada terdakwa masih ambigu.

Maqdir menjelaskan, uraian perbuatan orang lain dijadikan kesalahan terdakwa sehingga surat dakwaan menjadi tidak cermat. Sebab,  tindak pidana ini dimulai dari adanya pertemuan antara Burhanudin Napitupulu dengan Irman dari Kementerian Dalam Negeri. Hal itu sebagaimana tertera dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto serta surat dakwaan Andi Agustinus alias Andi narogong dan surat dakwaan Setya Novanto.

“Sehingga perbuatan materiil dalam tataran ini menjadi kabur dan tidak jelas (obscuur libel),” katanya.

Dengan berbedanya tempus delictie dan locus delictie di antara ketiga surat dakwaan tersebut, menurut dia, mengakibatkan secara teoritis tidak jelas kapan terjadi dan lokasi dari perkara ini. “Hal ini erat hubungannya dengan kewenangan pengadilan mengadili perkara ini,” ujarnya. (vin/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *