Pengacara Tuding Mahfud Sebar Fitnah Novanto Pura-Pura Sakit

Mantan Ketua MK Mahfud MD.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pengacraa Setya novanto, Fredrich Yunadi tak pernah berhenti beraksi untuk membentengi kliennya. Manuver Frederich kali ini akan melaporkan mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD ke polisi karena dinilai menyebar fitnah Novanto  berpura-pura sakit untuk menghindari penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Frederich menganggap pendapat Mahfud sangat merugikan kliennya.

“Dia emang dokter, emang dia tahu, dia itu kan melemparkan isu yang merugikan klien saya. Apakah dia dokter, bukan kan, dia kan mantan hakim-kan. Dia kan dulu orang partaikan, politikus, pernah anggota DPR, terus haknya apa dia melemparkan isu mengatakan bahwa sakitnya pura-pura,” kata Fredrich, Kamis (23/11).

Fredrich bahkan mengancam akan melaporkan Mahfud ke kepolisian apabila tokoh asal Madura itu tidak bisa membuktikan Novanto hanya berpura-pura sakit.

“Kalau dia dalam hal ini tidak bisa membuktikan berarti dia melakukan pencemaran nama baik kan, saya laporkan ke polisi,” ujar Fedrich.

Ia mempertanyakan kapasitas Mahfud yang mendorong MKD untuk memberhentikan Novanto dari jabatan sebagai Ketua DPR. Menurutnya, Mahfud tidak layak memberikan komentar soal kasus hukum kliennya karena sudah tidak menduduki jabatan apapun.

“Jangan lah memberikan komentar di luar kemampuan dia, kapasitas dia itukan kapasitas mantan pejabat. Jadi jangan memberikan komentar, jangan membuat gaduh, jangan memfitnah orang, itu saran saya. Itu berarti dia kan fitnah sekarang,” ujar Fredrich.

Menurut Fredrich, permintaan Novanto untuk tidak tak dicopot sebagai Ketua DPR bukan urusan Mahfud. Novanto sebelumnya lewat surat dari balik jeruji KPK meminta diberikan kesempatan membuktikan bahwa dirinya tak bersalah dalam kasus korupsi proyek e-KTP.

“Enggak ada urusan sama dia (Mahfud), urusan apa sama dia. Surat itu ditujukan sama dia enggak kan, enggak ada hubungannya kan, instansi yang terima saja enggak ngoceh, kok dia ikut ngoceh enggak pada tempatnya,” ujar Fredrich.

Sebelumnya Mahfud mengemukakan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) bisa memutuskan bahwa Novanto melanggar etika karena pura-pura sakit untuk menghindari proses hukum.Pakar hukum tata negara itu bahkan mendorong MKD segera memberhentikan Setya Novanto dari jabatannya baik sebagai Ketua atau pun anggota DPR.

“Sebagai surat itu sah ya. Tapi permintaan untuk tidak diganti itu bisa ditolak. DPR ini milik rakyat yang kemudian diwakili oleh organisasi politik. Bisa menolak,” kata Mahfud. Ia meminta MKD tidak terpengaruh dengan adanya surat yang ditulis Novanto dari tahanan KPK.

Selain itu, MKD juga bisa memutuskan bahwa Novanto melanggar etika karena pura-pura sakit untuk menghindari proses hukum.

“Perilaku Setya Novanto melanggar etika luar biasa. Pura-pura sakit. Kalau kita nyatakan Novanto pura-pura sakit itu kita tidak salah, tidak melanggar hukum, karena nyatanya pemeriksaan dokter dia tidak sakit. Berarti dia pura-pura sakit,” ucapnya.

Menanggapi ancaman pengacara Setya Novanto, Mahfud MD tak mempermalahsakannya. Melalui akun pribadinya di twitter, Kamis (23/11) sore, Mahfud justru terlihat senang apabila dirinya dilaporkan ke polisi.

Sebab, laporan itu justru akan membuka pintu bagi kepolisian untuk mengungkap kebenaran di balik drama sakit Setya Novanto.