Pengadilan Tinggi Perberat Vonis Andi Narogong menjadi 11 Tahun

oleh
Broker proyek e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong harus menelan pil pahit setelah Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta memperberat hukumannya menjadi 11 tahun penjara.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Niat ingin memperoleh hukuman yang yang lebih ringan melalui banding justru berbuah petaka bagi terpidana kasus korupsi proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong. Broker dan pembagi duit suap proyek bernilai Rp 5,9 triliun itu malah dihukum lebih berat oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta menjadi 11 tahun penjara.

“Menerima permintaan banding yang diajukan oleh jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi,” ujar hakim Daniel Dalle Pairunan dalam amar putusan yang diperoleh dari laman mahkamahagung.go.id, Rabu (18/4). Putusan ini dibacakan pada 3 April 2018 oleh lima hakim tinggi.

Sebelumnya, Andi Agustinus alias Andi Narogong divonis delapan tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Andi juga diwajibkan membayar denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Adapun, hukuman tambahan berupa pembayaran uang pengganti besarnya sama dengan putusan pada tingkat banding.

Dalam putusannya, hakim tinggi menilai Andi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sesuai dakwaan pertama. Selain hukuman pidana penjara, majelis hakim juga mewajibkan Andi membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti 2,5 juta USD dan sebesar Rp 1,1 miliar, diperhitungkan dengan pengembalian sebesar 350.000 USD.

Uang pengganti itu wajib dibayarkan satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Apabila tidak, maka harta benda milik Andi akan disita dan dilelang. Jika tidak mencukupi, maka akan diganti penjara selama 3 tahun. (kom/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *