Penghuni Apartemen Puncak Kertajaya Laporkan Pihak Manajemen ke DPRD Surabaya

oleh
Penghuni Apartemen Puncak Kertajaya saat mengadu ke Komisi A DPRD Surabaya. 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sejumlah penghuni Apartemen Puncak Kertajaya (APK) hari ini mengadu ke Komisi A (hukum dan pemerintahan) DPRD Kota Surabaya, Senin (12/3/2018). Kedatangan mereka untuk mengadukan kebijakan semena-mena yang dibuat oleh pihak manajemen.

Wakil Ketua Paguyuban Penghuni Apartemen Puncak Kertajaya, Muhammad Ridwan menuturkan, banyak kebijakan dari manajemen yang merugikan penghuni. Namun, hingga saat ini protes yang disampaikan tidak pernah direspon.

“Sebelum ke gedung DPRD ada proses panjang yang kita lewati. Alhamdulillah kita diterima di gedung dewan. Mungkin ini jalan dari Allah yang diberikan ke kita,” ujar Muhammad Ridwan.

Contoh kebijakan manajemen yang merugikan penghuni adalah soal penerapan akses masuk menggunakan finger print. Padahal, dalam edaran yang dikeluarkan penghuni diperkenankan memilih tetap memakai kartu atau sidik jari sebagai akses.

“Tapi faktanya kita diwajibkan menggunakan finger print. Hanya di surat edaran saja boleh memilih. Ini jelas pemaksaan,” tegasnya.

Masalah lainya adalah soal kenaikan air PDAM dan listrik. Dimana pihak manajemen kerap menaikan tarif semaunya. Itu belum termasuk pajak dan denda jika terlambat membayar.

“Untuk listrik, dulu ada kutipan 40 jam dipakai tidak dipakai ya membayar sebesar itu. Tapi aturan tersebut dirubah menjadi 70 jam,” ungkapnya.

Ridwan juga mengeluhkan dihapusnya sejumlah fasilitas umum (fasum) yang seharusnya menjadi milik penghuni. Misalnya kolam renang, tempat gym hingga kantin.

“Dulu ada. Semenjak manajemen yang baru semuanya ditutup. Tempat fitnes sudah dihilangkan termasuk kantin. Bahkan kolam renang saat ini sengaja tidak diisi air,” sesal Ridwan.

Ditanya apakah manejemen sudah pernah menerima perwakilan dari penghuni, Ridwan mengaku sudah pernah. Menurutnya, dalam beberapa kali pertemuan tidak ada solusi yang dihasilkan.

“Kalaupun diterima hanya perwakilan. Itupun harus perwakilan dan dikawal ketat oleh security. Yang membuat kita geram, jawaban yang diberikan seperti disetel sama semua,” keluh Ridwan.

Menanggapi keluhan warga, Ketua Komisi A Herlina Harsono Njoto mengaku akan mempelajari lebih lanjut soal aduan dari penghuni Apartemen Puncak Kertajaya. Karena ini baru pertama kali komisinya menerima keluhan dari penghuni apartemen.

Apalagi, dalam pertemuan kali ini tidak ada satupun perwakilan dari pihak manajemen yang hadir. Oleh karena itu, komisinya akan kembali menggelar pertemuan pada hari Jumat (16/3).

“Ini baru pertama kali ini. Makanya masih kita pelajari dulu,” ujar Herlina.

Untuk diketahui, kebijakan yang dibuat manajemen Apartemen Puncak Kertajaya memang sudah lama dikeluhkan oleh penghuni. Puncaknya, saat ratusan penghuni APK memutuskan untuk menyegel pintu utama kantor manajemen, Jumat (9/3).

Tak hanya menyegel, mereka bahkan merantai pintu manajemen. Sebagian dari mereka di sebar untuk berjaga jaga di pintu depan smentara sbagian lainnya mngamankan pintu belakang. (bmb/gbi)

One thought on “Penghuni Apartemen Puncak Kertajaya Laporkan Pihak Manajemen ke DPRD Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *