Penipuan Pedagang Pasar Turi, Hakim Tolak Eksepsi Henry

oleh
Bos PT Gala Bumi Perkasa Henry J Gunawan harus gigit jari setelah Majelis Hakim PN Surabaya menolak eksepsinya terhadap dakwaan kasus penipuan dan penggelapan duit pedagang Pasar Turi.
Bos PT Gala Bumi Perkasa Henry J Gunawan harus gigit jari setelah Majelis Hakim PN Surabaya menolak eksepsinya terhadap dakwaan kasus penipuan dan penggelapan duit pedagang Pasar Turi.

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Upaya Henry J Gunawan bebas dari dakwaan kasus pengelapan dan penipuan terhadap sejumlah pedagang Pasar Turi gagal.  Ini setelah majelis hakim menolak nota keberatan (eksepsi) terdakwa dan melanjutkan sidang dengan agenda pembuktian pada Kamis (11/1) pekan depan.

Majelis hakim yang diketuai Rohmat menolak dalil-dalil eksepsi yang diajukan terdakwa Henry J Gunawan melalui tim penasehat hukumnya. Penolakan itu disampaikan melalui amar putusan sela yang dibacakan diruang cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (4/1).

“Mengadili, menolak eksepsi terdakwa dan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan para saksi persidangan,”ucap Hakim Rohmat saat membacakan amar putusan sela di PN Surabaya, Kamis (4/1).

Dalam putusan selanya, majelis hakim tidak menemukan alasan yang kuat untuk mengabulkan eksepsi terdakwa  Henry. Pasalnya, Surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah disusun secara cermat dan teliti, dimana telah disebutkan secara jelas tentang identitas terdakwa.

Selain itu, dalil eksepsi terdakwa Henry yang menyebut bahwa kasus pidana ini haruslah ditangguhkan dahulu karena ada gugatan perdata yang sedang disidangkan di PN Surabaya juga diabaikan oleh Hakim Rohmat.

Menurut hakim Rohmat, Dalil-dalil eksepsi itu telah menyinggung materi pokok perkara, Sehingga surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) haruslah dibuktikan dipersidangan. Atas pertimbangan itulah Hakim Rohmat memerintahkan agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan pembuktian dengan menghadirkan para saksi ke persidangan.

Atas perintah hakim Rohmat, JPU Darwis meminta waktu selama satu pekan mendatang untuk dapat menghadirkan para saksi ke persidangan.

“Kami minta waktu satu minggu majelis untuk hadirkan saksi-saksi,” kata Jaksa Darwis yang disambut ketukan palu hakim Rohmat sebagai tanda berhakirnya persidangan.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum mendakwa bos PT Gala Bumi Perkasa telah melakukan penipuan  dan menggelapkan duit pungutan dari 3.600 pedagang Pasar Turi. Namun dari 3.600 pedagang, hanya 19 pedagang yang melaporkan Henry dengan total kerugian sebesar Rp 1 miliar lebih.

Jaksa Ali Prakoso dan Harwaedi dalam dakwaannya menyatakan, perbuatan Henry  melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 tentang penggelapan. (Baca: Henry J Gunawan Didakwa Gelapkan Duit Pedagang Pasar Turi).

“Perbuatan terdakwa Henry telah merugikan 19 orang para pedagang sebesar Rp 1.013. 944.000 (satu miliar, tiga belas juta, sembilan ratus empat puluh empat ribu rupiah),” kata Jaksa Ali Prakoso saat membacakan surat dakwaannya diruang sidang cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (30/11).

Terpisah, Yusril Ihza Mahendra selaku penasehat hukum terdakwa Henry  mengaku siap menghadapi pembuktian jaksa. “Kami siap-siap saja,” ujarnya usai persidangan.

Pada awak media, Yusril mengaku jika klienya tidak melakukan penggelapan dan penipuan. Yusril juga membanggakan kekayaan terdakwa Henry yang dinilai tak sebanding dengan angka kerugian yang dialami para pedagang.

“Secara financial tidak mungkin terdakwa melakukan, apalagi cuma satu milliaran, uang itu ada, hanya karena terkendala aja masalah pemecahan suratnya di Pemkot Surabaya, sehingga belum dapat terlaksana,” kata Yusril.

Seperti diketahui, terdakwa Henry J Gunawan dilaporkan oleh sejumlah Pedagang Pasar Turi yang mengaku menjadi korban tipu gelapnya. Saat itu, terdakwa Henry melakukan pungutan biaya sertifikat hak milik atas kios pedagang yang nilai totalnya sebesar Rp 1.013. 944.000 (satu miliar, tiga belas juta, sembilan ratus empat puluh empat ribu rupiah.

Perbuatan Mantan Ketua REI  Periode 2008-2011 ini  dianggap melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 tentang penggelapan. (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *