Penjaga Makam Didakwa Edarkan Sabu

oleh
Moch Sholeh bin Sarimin (31) menjaalani sidang lanjtan kasus narkoba di PN Surabaya, Kamis (8/2).

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Seorang penjaga makam Moch Sholeh bin Sarimin (31), diseret ke meja hijau lantaran terlibat kasus peredaran narkoba. Sholeh kerap menjajakan barang haram itu di Jalan Lasem Baru 9 Surabaya.

Dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri yang diketuai Dwi Purwadi, saksi Anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak menceritakan kronologi penangkapan Sholeh di Jalan Lasem baru. Bermula dari informasi masyarakat, bahwa di kawasan itu sering dijadikan ajang transaksi narkoba oleh terdakwa Moch Sholeh.

Dari informasi tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan di Jalan Lasem Baru. Setelah sekian lama mengamati, polisi mendapati Moch Sholeh sedang asyik membungkus barang dagangannya didalam rumah.

Saat itu juga, petugas malakukan penggerebekan di rumah terdakwa. Ketika dilakukan penggeledahan, Petugas menemukan  barang bukti berupa (1) satu buah dompet kacil yang berisi (1) satu poket plastik kecil berisi sabu dengan berat bruto 0,92 gram, (1).

Kemudian satu kantong plastik klip berisi sabu seberat 0,48 gram, (1) satu kantong plastik klip berisi sabu seberat 0,38 gram,  sembilan lembar plastik klip kosong, satu buah sekop dari sedotan, (1) satu buah HP merk Samsung warna hitam juga iktu disita.

Saat di interogasi, terdakwa mengaku jika barang tersebut adalah benar miliknya yang didapat dari Sukir (DPO) dengan cara membeli sebanyak tiga gram seharga Rp 3 juta, selanjutnya terdakwa beserta barang buktinya dibawa ke kantor Satresnarkoba Polres Tanjung Perak guna pengembangan lebih lanjut.

Dalam dakwaan primer terdakwa dijerat sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) dan dakwaan kedua dalam pasal 112 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya H.Moch Sudja,i dari Lembaga Bantuan Hukum membenarkan semua keterangan saksi. (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *