Penjarakan Dahlan Iskan, Kajati Jatim Maruli Hutagalung Jadi TO KPK

oleh

kajati-jatim-maruli-hutagalungGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pasca menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka kasus penjualan aset PT PWU dan memenjarakannya ke Rutan Medaeng, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kajati Jatim), Maruli Hutagalung kini dikabarkan menjadi TO (target operation) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Maruli Hutagalung disebut sebagai pihak yang menerima uang sebesar Rp 500 juta dari OC Kaligis selaku kuasa hukum Gatot Pujo Nugroho. Hingga kini KPK masih berkutat dalam penyelidikan berkaitan dengan hal itu.

“Nanti sabar saja dulu. Masih penyelidikan,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemarin.

Maruli saat itu masih menjabat sebagai Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung.

Basaria menegaskan, penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan KPK tidak hanya berdasarkan keterangan saksi-saksi, tetapi juga didukung alat bukti yang cukup.

Berkaitan dengan hal itu, Maruli dan Kejaksaan Agung pernah secara tegas membantah hal itu. Namun Basaria memastikan bahwa bantahan seseorang tidak serta merta menutup pengusutan sebuah kasus.

“Semua penyelidikan itu tidak berdasarkan apakah menurut kata seseorang atau tidak. Mau dibantah boleh saja. Tapi fakta yang diterima oleh penyidik harus benar-benar berdasarkan bukti-bukti yang ada. Itu pola yang digunakan penyidik,” tegas Basaria.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta pada Rabu, 10 Februari lalu, Gatot mengaku diminta uang oleh kuasa hukumnya OC Kaligis untuk diberikan ke pihak Kejaksaan Agung. Uang itu menurut dia akan diberikan kepada seseorang bernama Maruli.

“Surat itu atas nama Maruli. Nilainya Rp 500 juta,” kata Gatot dalam persidangan saat itu.

Gatot juga tak tahu pasti apakah uang tersebut benar-benar diberikan kepada Maruli atau tidak. Menurutnya, semua pemberian itu merupakan inisiatif dari OC Kaligis. Gatot juga mengaku, awalnya tidak tahu bahwa uang itu akan diberikan kepada jaksa.

“Kami posisikan itu sebagai uang fee (dari klien untuk lawyer). Tapi peruntukannya apa, kami tidak tahu,” kata Gatot.

Gatot juga mengaku tak tahu adanya suap yang diberikan untuk tiga hakim PTUN Medan. Sebab saat pemberian uang suap tersebut, Gatot sudah ditahan di KPK. Saat itu istri mudanya, Evy Susanti yang rajin berkonsultasi dengan OC Kaligis.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *