Perang Kartel Narkoba di Meksiko, Tujuh Mayat Gosong Tertembus Peluru Berserakan di Kota

kota guadalajar meksikoGLOBALINDO.CO, GUADALAJARA – Tujuh mayat dalam kondisi gosong terbakar dan tertembus peluru ditemukan berserakan beberapa kota sekitar Guadalajara, Meksiko. Penemuan tujuh mayat dalam kondisi mengenaskan ini diduga akibat perang antar kartel Narkoba.

Kantor berita Agence France-Presse, Kamis (2/6/2016), melaporkan, mayat empat pria tampak terkena luka tembak dan ditemukan di bawah jembatan di kota madya Tonala, seperti dilaporkan oleh komandan polisi setempat, Miguel Magana Orozco. Dua laki-laki lagi ditemukan tewas dengan sekujur tubuhnya dihujani peluruh. Mereka ditemukan di pinggiran lain kota Guadalajara.

“Kami tidak tahu apakah peristiwa itu saling terkaitan atau tidak,” kata Magana.

Dia menambahkan, pihak berwenang sedang menyelidiki apakah penemuan mayat di dua tempat terpisah itu karena perselisihan internal di dalam kartel narkoba, Generasi Baru Jalisco (JNG).

Saat sedang berpatroli ke sekeliling kota madya El Salto, polisi pun menemukan satu mayat lagi dalam kondisi hangus terbakar. Lokasi penemuan mayat terbilang daerah terpencil.

JNG merupakan organisasi kriminal paling kuat di Meksiko. Mereka melawan polisi dan tentara tahun lalu dalam beberapa kali bentrokan.

Akibat bentorkan antara polisi dan anggota geng, puluhan anggota JNG dan pasukan keamanan tewas.

Di tempat lain di Meksiko, empat orang tewas pada Selasa (31/5/2016) ketika pria bersenjata melepaskan tembakan di La Purisima, sebuah desa di negara bagian Puebla.

Para tersangka pelaku diduga anggota geng yang biasa mencuri bahan bakar. Hal itu tidak segera diketahui apakah penembak telah melepaskan tembakan tanpa pandang buluh.

Penembakan pada Selasa itu terjadi di daerah pusat pertarungan antargeng yang bersengketa soal kontrol wilayah pencurian, yang meliputi penurian dari keran pipa distribusi.

Perusahaan energi milik negara, Pemex, telah terpukul oleh ribuan keran ilegal pada pipa distribusi dalam beberapa tahun terakhir.

Setiap tahun perusahaan merugi 2 miliar dollar AS atau setara Rp 27,3 triliun dan 5.200 kasus pencurian dilaporkan terjadi di Negara Bagian Puebla, tahun lalu.(kcm/ziz)