Perempuan Asal Bekasi Istri Pimpinan ISIS Marawi Ditangkap Polisi Filipina

Minhati Midrais, istri pimpinan tertinggi ISIS di Marawi, Omarkhayam Maute ditangkap kepolisian Filipina.

 

GLOBALINDO.CO, MARAWI – Kepolisian Nasional Filipina menangkap warga negara Indonesia asal Bekasi, Jawa Barat, Minhati Madrais. Istri dari pimpinan tertinggi ISIS di Marawi, Omarkhayam Maute itu memang sudah lama masuk dalam daftar buron otoritas Filipina.

“Saat ini dia masih menjalani pemeriksaan awal. Ponselnya juga diperiksa untuk memastikaan dugaan keterlibatannya,” ujar Kepala Polisi Iligan Leony Roy Ga, seperti dikutip dari CNN Filipina.

Mulanya kepolisian tak mengenali Madrais, namun setelah diperiksa, ternyata namanya masuk ke dalam daftar pencarian. Adapun Maute sendiri tewas 16 Oktober lalu setelah serangan dilancarkan militer Filipina.

Ga mengatakan, kepolisian menangkap Minhati di rumahnya yang terletak di kawasan Tubod, Iligan City, Minggu pagi. Saat penangkapan ditemukan empat tutup peledak, dua tali peledak, dan alat penunjuk waktu pada peledak. Petugas juga menemukan bahan kimia yang belum diketahui jenisnya.

Pihak kepolisian akan mengusut keterlibatan Minhati dalam krisis di Marawi.  Saat ini empat anak perempuan dan dua anak laki-laki turut diamankan ke Kantor Polisi Wilayah 10.

Dalam penanganannya, Polisi berkoordinasi dengan Departemen Kesejahteraan Sosial.

Minhati memiliki enam anak hasil dari pernikahannya dengan Maute. Paspor Minhati yang dikeluarkan Indonesia sudah habis masa berlakunya pada September 2016 lalu. Ia diiketahui masuk ke Filipina pada 2012 lalu.

Berdasarkan pemberitaan dari sejumlah media nasional di Indonesia, Minhati dan Maute menikah di Kairo, Mesir saat sama-sama kuliah di sana. Keduanya pernah tinggal di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada 2010-2011 lalu sebelum kedunya pergi dan menetap di Marawi.

Ayah Minhati KH Madrais Hajar merupakan pimpinan Pondok Pesantren Darul Amal Babelan di Bekasi. (cni/adi)