Perempuan Cantik Ini Divonis 9 Tahun karena Bobol Uang Kasda Rp 26,4 M

Diah Ayu Kusumaningrum, mantan pegawai BTPN divonis 9 tahun penjara dan wajib mengembalikan uang kas daerah Pemkot Semarang yang telah digondol Rp 21,5 miliar dari total Rp 26,4 miliar yang dibobol.

Diah Ayu Kusumaningrum, mantan pegawai BTPN divonis 9 tahun penjara dan wajib mengembalikan uang kas daerah Pemkot Semarang yang telah digondol Rp 21,5 miliar dari total Rp 26,4 miliar yang dibobol.

GLOBALINDO.CO, SEMARANG – Seorang perempuan cantik bernama Diah Ayu Kusumaningrum divonis Sembilan tahun penjara karena terbukti membobol kas daerah Pemerintah Kota Semarang senilai Rp 21,5 miliar. Terdakwa awalnya membobol Rp 26,4 miliar, namun dana Rp 4,9 miliar dikembalikan ke rekening Pemkot Semarang melalui sistem penyimpanan kas daerah di bank secara otomatis.

Selain hukuman penjara, majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang juga mewajibkan terdakwa membayar denda Rp 100 juta subside dua bulan kurungan dan mengembalikan uang pengganti sejumlah kerugiana negara yang dia gondol Rp 21,5 miliar.

“Terdakwa terbukti melanggar pasal 3 dan 5 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Ketua Majelis Hakim Antonius Wididjantono membacakan amar putusannya di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (21/10).

Diah Ayu Kusumaningrum

Diah Ayu Kusumaningrum

Mantan pegawai Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) cabang Semarang itu menjalankan aksi kejahatannya selama tujuh tahun sejak 2008 hingga 2015. Dyah bertugas untuk mengurusi simpanan dana hasil dari pajak dan retribusi Pemkot Semarang.

Perempuan berjilbab itu juga terbukti memberikan suap senilai Rp 152 juta kepada mantan Kepala UPTD Kasda Suhantoro. Adapun Suhartono kini telah divonis 2,5 tahun bui atas perkara yang sama beberapa waktu lalu.

Usai mendengar vonis hakim, Dyah seketika meneteskan air mata. Tangis haru itu terlihat sesaat ia membalikkan badan dan cepat-cepat meninggalkan ruang persidangan.

Atas vonis hakim tersebut, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum (JPU) masih menyatakan pikir-pikir. (vin/gbi)