Perempuan Ini Jajakan Gadis Belasan Tahun Bertarif Rp 1 Juta

Mucikari prostitusi online, Ayu Lestari (19) menjalani sidang kasus perdagangan manusia secara tertutup di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (22/11).

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pengadilan Negeri Surabaya menyidangkan kasus human trafficking dengan terdakwa Ayu Lestari secara tertutup pada Rabu (22/11). Padahal, terdakwa yang sudah berusia 19 tahun tidak bisa dikategorikan sebagai anak di bawah umur.

Alhasil, awak media tidak bisa mengikuti sidang secara langsung dan hanya bisa mengambil foto terdakwa dari luar ruangan yang disekat oleh kaca. “Sidang tertutup karena terdakwa masih di bawah umur,” kata Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Surabaya, Nur Laila saat dikonfirmasi, Rabu (22/11).

Keterangan jaksa ini berbeda dengan pengakuan seorang perempuan yang ikut mengunjungi persidangan yang mengaku sebagai adik dari terdakwa Ayu Lestari. Perempuan yang menolak menyebut namanya itu mengatakan bahwa terdakwa kelahiran tahun 1998.

”Itu (terdakwa) mbak saya, umurnya sekarang 19 tahun,” ujar gadis belia ini kepada globalindo.co sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah terdakwa di luar ruang sidang Kartika II.

Barangkali para korban yang dijajakan sebagai PSK oleh terdakwa yang lebih masuk akal apabila dianggap masih di bawah umur. Pasalnya, ketiga PSK binaan Ayu yakni EF tercatat yang paling belia baru berusia 16 tahun, DS dan ST sama-sama berumur 18 tahun.

Karena itulah, terdakwa dijerat Pasal 88 UU Nomor 32 tentang Perlindungan Anak.

Terdakwa memasang tarif bervariasi untuk bisa mengencani gadis belasan tahun itu, mulai Rp 800.000 sampai Rp 1.000.000untuk sekali kencan short time. Modusnya, terdakwa Ayu menawarkan tiga gadis binaannya dengan mengirim foto mereka kepada pelanggan melalui aplikasi WhatsApp.

Setelah dibooking, terdakwa lantas mengantar pesanan ke hotel, sesuai yang dipesan pembooking.  Sedangkan untuk sekali kencan terdakwa mendapat uang Rp 100.000-300.000 dari hasil mucikari yang dijajakan kepada lelaki hidung belang. (ady)