Perindo Lolos Administrasi Peserta Pemilu 2019

Pendiri dan Ketum Partai Perindo Hary Tanoesudibjo (kiri) bersam aistri dan kader Perindo saat mendaftarkan partainya ke KPU, kemarin (9/10). KPU menyatakan Perindo lolos seleksi administrasi.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan berkas pendaftaran Partai Persatuan Indonesia (Perindo) telah memenuhi persyaratan  administrasi untuk menjadi peserta pemilu 2019. Kendati, KPU di beberapa daerah sebelumnya menyatakan berkas parpol yang dibidani Hary Taonesudibjo itu belum lengkap.

Partai Perindo  menyerahkan berkas-berkas pendaftaran ke KPU di Jakarta, Senin (9/10). “Memenuhi syarat untuk diterima sebagai pendaftar, nanti kami cek kelanjutannya sebagai syarat administrasi,” kata Ketua KPU RI Arief Budiman di kantornya, Jakarta, Selasa (10/10).

KPU memprediksi penumpukan parpol yang mendaftar sebagai peserta pemilu akan terjadi pekan ini. Arief mengaku telah mempersiapkan infrastruktur pendukung untuk menghadapi gelombang pendaftaran tersebut.

“Makanya kami, di depan siapkan tenda, sebab KPU tak punya ruangan yang cukup besar, sehingga penerimaan akan sesuai dengan meja. Jadi kemarin kita bikin 10 meja pendaftaran, ternyata tidak efektif, lalu kita gabung timnya jadi lima,” ujarnya.

Hingga kini baru ada dua parpol yang mendaftar sebagai calon peserta pemilu 2019. Kedua partai yang dimaksud adalah Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Salah satu syarat untuk mendaftar sebagai peserta pemilu adalah memiliki 100 persen kepengurusan di tingkat provinsi, 75 persen di tingkat kabupaten/kota, dan 50 persen di tiap kecamatan.

Pemeriksaan administrasi dilakukan KPU hingga 15 November 2017. Parpol yang tak memenuhi syarat administrasi diberi kesempatan merevisi pada 18 November hingga 1 Desember 2017. Hasil revisi administrasi diumumkan 12-15 Desember 2017.

Pada pemeriksaan administrasi, KPU akan mengecek keabsahan data yang diserahkan ke parpol. Pemeriksaan dilakukan terhadap data yang sudah dimasukkan melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol).

Nah, pada persyaratan inilah berkas Perindo sempat dinyatakan belum lengkap oleh KPU Kota Madiun. KPU Kota Madiun menolak berkas Perindo lantaran datanya beklum dimasukkan ke Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), yakni foto kopi KTP dan KTA keanggotaan belum disesuaiakan. Selain itu, secara fisik data-data tersebut juga belum disusun berdasarkan aturan Sipol.

Komisioner KPU Kota Madiun, Sukamto, mengatakan selain itu juga tidak ada mandat dari Perindo didalam surat keputusan (SK) kepengurusan partai. “Padahal mandat merupakan syarat mutlak,” jelasnya, Senin (9/10)

Namun, lanjut Sukamto, soal mandat ternyata ada kesalahan yakni, sudah ada pergantian kepengurusan.

“Daftar yang diterima KPUD Kota Madiun orang yang membawa mandat mendaftar ini belum ada, ternyata sudah ada pergantian pengurus,” tuturnya. Karena itu, pihaknya meminta kepada pengurus untuk memperbaiki dan melengkapi persyaratan.

KPU membuka masa pendaftaran parpol menjadi peserta Pemilu 2016 dibuka hingga pekan depan, Senin (16/10). Pada hari terakhir tersebut, pendaftaran parpol bakal dibuka sampai pukul 00.00 WIB. Sementara itu untuk hari-hari sebelumnya pendaftaran itu dibuka mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Arief mengingatkan agar parpol datang ke KPU tepat waktu, sebab pemeriksaan dokumen pendaftaran memakan waktu yang sangat lama. Menurutnya, pemeriksaan dokumen bisa menghabiskan waktu 12 jam.

Saat mengantar partainya melakukan pendaftaran ke kantor KPU pada awal pekan ini, Hary mengatakan berharap Perindo bisa lolos verifikasi dan menjadi peserta pemilu 2019. “Pada waktu 2019 nanti (Pemilu 2019) jelas, Partai Perindo akan militan. Mudah-mudahan dengan lolosnya verifikasi nanti kita mampu menempatkan wakil-wakilnya, baik legislatif maupun eksekutif,” ujarnya. (cni/bmb)