Perjuangkan Honorer K2, Risma Akan Temui MenPAN-RB

oleh
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat mengikuti refleksi perobekan bendera di Hotel Mojopahit.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kabar gembira bagi pekerja honorer kategori 2 (K2) di Surabaya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Berjanji akan memperjuangkan honorer K-2 Pemkot Surabaya agar bisa mengikuti tes CPNS 2018.

Risma menuturkan, dirinya telah mengirim surat ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Tujuannya agar memberikan dispensasi usia .

Sesuai aturan, mereka yang bisa mendaftar tes CPNS maksimal berusia 35 tahun. Sementara, para honorer K-2 pemerintah kota sebagian telah berusia lebih dari ketentuan yang ditetapkan. Karena, honorer K-2 adalah pegawai tercatat sampai pada tahun 2005.

“Jika mereka gak diangkat-angkat, sedangkan usianya makin lama makin bertambah,” ujar Risma usai mengikuti refleksi perobekan bendera di Hotel Majapahit, Rabu (19/9/2018).

Karena posisinya sebagwai Wali Kota Surabaya, Risma menegaskan perjuangannya hanya untuk honorer K-2 yang ada di lingkungan pemerintah kota. Ia berharap, para honorer diberi kesempatan mengikuti tes CPNS, maksimal bagi honorer yang berusia 40 tahun.

“Saya lupa berapa maksimal, 40 tahun lah,” ucapnya.

Risma mengaku surat ke Kemenpan RB lusa kemarin. Namun hingga saat ini dirinya belum menerima surat balasan dari Kemen PAN-RB.

“Nanti malam ada pertemuan dengan Menteri PAN-RB. Nanti akan saya sampaikan,” ungkap mantan Kepala Bappeko ini.

Sebelumnya, sekitar 200 pekerja honorer kategori 2 (K2) melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor DPRD Kota Surabaya, Selasa (18/9/2018). Mereka menuntut revisi Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka juga menolak Peraturan Menteri PAN RB nomor 36 dan 37 tahun 2018.

Sekretaris Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK21) Jatim, Achmad Hiran mengatakan, UU ASN tahun 2014 dan Permen PAN RB 36 dan 37 tahun 2018 sangat merugikan pekerja K2.

“Permen PAN RB nomor 36 nomor 37 yang mengisyarakatkan CPNS 2018 terhadap honorer k2 hanya mengakomodir usia 35 tahun kebawah saja. Padahal banyak pekerja K2 yang usianya sekarang rata-rat 40 tahun keatas” tegas Achmad Hiran.

Achmad Hiran menambahkan, berdasarkan kedua aturan itu, maka penjaringan CPNS di Surabaya hanya menyisakan 17 pekerja K2. Padahal di Surabaya ada 2200 pekerja K2. Mereka itu tersebar disejumlah SKPD Pemkot Surabaya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *