Pernah Digoyang Video Mesum, Karolin Tetap Diandalkan Megawati di Pilgub Kalbar

Karolin Margaret Natasa dan Suryadman Gidot ditetapkan PDIP sebagai pasangan Calon Gubenrur-Calon Wakil Gubernur Kalimantan Barat 2018. PDIP berkoalisi dengan Partai Demokrt untuk mengusung pasangan ini.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – PDI Perjuangan ingin melanjutkan kepemimpinan Gubernur Kalimantan   Barat Cornelis kepada putrinya, Karolin Margaret Natasa. Padahal, kader PDIP yang baru menjabat Bupati Landak periode 2017-2022 itu pernah digoyang skandal video mesum yang cukup menghebohkan publik saat itu.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sepertinya menyadari bahwa publik mungkin sudah lupa dengan video adegan hubungan intim seorang wanita mirip Karolin yang viral tahun 2013 silam. Megawati hanya mengingatkan ke publik bahwa prestasi Karolin sebagai Bupati Landak mampu mengungguli kepala daerah lain di Kalbar, sehingga layak menduduki jabatan yang lebih tinggi sebagai gubernur.

“Dia (Karolin) ini getol melakukan reformasi birokrasi di jajaran aparatur pemerintahan. Sudah menjadi Bupati terbaik se-Kalimantan pada tahun 2017, mengungguli 46 kandidat lainnya,” kata Megawati saat mengenalkan Karolin kepada publik di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1).

Sebelum menjadi Bupati Landak, Karolin, 35 tahun, merupakan Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi PDIP periode 2009-2014.

“Ini kecil-kecil cabai rawit, bahkan lebih galak daripada bapaknya,” ujar Megawati saat mengenalkan Karolin dalam penjelasannya pada hari ini mengenai pasangan untuk Pilkada Kalbar.

Mega mengingat saat Karolin berkampanye pada 2009, kala itu Karolin sedang hamil. “Sampai saya yang takut, kayak lupa dia hamil. Naik panggung segala, saya bilang pulang aja deh,” kata Mega.

Di Pilkada Kalbar 2018 ini, PDIP berkoalisi dengan Partai Demokrat dan menduetkan Karolin dengan Suryadman Gidot yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Bengkayang, Kalimantan Barat untuk periode 2016-2021. Gidot merupakan Bupati yang tengah menjalankan dua periode jabatannya.

“Kalau Pak Gidot ini, dari 1999 jadi Anggota DPR. Lalu, berlanjut jadi Wakil Bupati Bengkayang. Nah, jadi Bupati Bengkayang dua periode sampai sekarang,” kata Mega. (cni/gin)