Perobohan Rumah Radio Bung Tomo, Pemkot dan Jayanata Dituntut Rp 17 M

oleh
Sidang perdana kasus perobohan rumah radio perjuangan Bung Tomo di PN Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Gugatan Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS) terhadap Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dan PT Jayanata atas penghancuran rumah radio perjuangan Bung Tomo, mulai disidangkan hari ini di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/10/2018).

Gugatan yang dilayangkan sejak tanggal 19 September 2017 itu merupakan perjuangan penyelematan rumah cagar budaya yang terletak di Jalan Mawar 10 Surabaya.

Kuasa hukum penggugat Okky Shahputra dalam gugatan class action-nya meminta pihak Jayanata dan Walikota Surabaya membayar tanggung renteng ganti rugi senilai Rp 17.081.945.000.

“Ganti rugi atas pembongkaran Rumah Radio Bung Tomo di Jl.Mawar 10 itu sebagai bentuk kesadaran dan kontrol warga kepada pemerintah supaya berhati-hati dan berkomitment terhadap keputusan yang dibuat,” jelas Okky.

Sidang gugatan itu akan dihadiri oleh perwakilan dari ke tiga pihak. iantaranya KBRS, pihak pemkot Surabaya dan PT Jayanata. Menurut Isa, Pemkot Surabaya dan Jayanata harus bertanggung jawab atas peristiwa penghancuran itu.

“Saya berharap melalui gugatan ini akan ditemukan titik temu terhadap penyelamatan kembali Rumah Radio Bung Tomo yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Karena dari rumah inilah Surabaya bisa disebut Kota Pahlawan” tegas Isa Ansori.

Untuk diketahui, Rumah Radio jalan Mawar 10 itu telah menjadi kenangan setelah pada Mei 2016 lalu dirobohkan untuk membangun galeri kecantikan milik PT Jayanata, padahal rumah itu sudah masuk kategori sebagai bangunan cagar budaya melalui SK Walikota No. 188.45/ 004/402.2.04 / 1998.

Perobohan rumah itu sendiri memantik reaksi sejumlah aktivis. Mereka yang tergabung dalam Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS) menilai bahwa bangunan tersebut sarat dengan nilai-nilai nasionalisme. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *