Persebaya Juara Liga 2, Irfan Jaya Pemain Terbaik

Euforia Juara: Para pemain dan offisial Persebaya Surabaya merayakan gelar juara loiga 2 usai menundukkan PSMS Medan di laga final di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (28/11) malam.

 

GLOBALINDO.CO, BANDUNG – Persebaya Surabaya  sukses menjadi Juara Liga 2 2016/2017 usai menundukkan PSMS Medan 3-2 pada laga Final di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa malam (28/11).  Titel juara ini sekaligus mengobati dahaga klub berjuluk Bajul Ijo dan suporter fanatiknya, Bonekmania yang sejak 2010 lalu merasa teru didzolimi.

Persebaya harus berjuang keras melewati babak tambahan dua kali 15 menit sebelum akhirnya mengakhiri perlawanan PSMS Medan dengan skor tipis 3-2 setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal 2×45 menit. Pada duel puncak kasta kedua Liga Indonesi, kedua tim memeragakan permainan terbuka dan saling mengejar angka.

Persebaya mampu unggul lebih dulu saat laga baru berusia dua menit lewat gol Rishadi Fauzi. Tembakan keras Rishadi di kotak penalti sukses menjebol gawang PSMS yang dikawal Abdul Rahman.

Tapi euforia keunggulan Persebaya tak berlangsung lama. Enam menit berselang, tim berjuluk Ayam Kinantan mampu menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti I Made Wirahadi.

Hadiah penalti dibrikan wasit kepada anak asuh Djajang Nurjaman setelah tangan salah satu bek Persebaya mengenai bola di kotak terlarang. Wirahadi yang maju sebagai eksekutor berhasil mengecoh penjaga gawang Miswar Saputra.

Keadaan berbalik pada menit ke-38, PSMS yang mengungguli Persebaya. Gol PSMS tercipta dari tendangan bebas jarak jauh Roni Fatahillah yang lebih dulu membentur pemain lawan sehingga bola berbelok arah sekaligus mengoyak gawang Persebaya.

Suporter Persebaya yang lebih mendominasi tribun GBLA kembali bersorak di menit ke-40. Mendapat hadiah penalti, Irfan Jaya yang bertindak sebagai algojo berhasil menunaikan tugasnya dengan baik meski sempat diblok Abdul Rohim.

Pemain PSMS sempat memprotes keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Persebaya. Rendi Irwan dianggap melakukan diving di kotak penalti. Namun, keputusan wasit tak bisa diganggu gugat. Skor imbang 2-2 bertahan hingga turun minum.

Para pemain Persebaya merayakan gol ke gawang PSMS Medan.

Intensitas tinggi kembali tersaji di babak kedua. Baik Persebaya maupun PSMS saling bertukar ancaman. Penyerang Persebaya Oktavianus Fernando mendapat peluang bagus di menit ke-59, sayang tembakannya masih melambung.

PSMS juga sempat mengancam lewat skema serangan balik. Namun hingga wasit meniup peluit akhir babak kedua, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan waktu 2×15 menit.

Pada menit-menit awal laga babak tambahan, Persebaya mampu membuat kejutan dengan mencetak gol cepat di menit ke-92. Sang pemain terbaik, Irfan Jaya yang jadi petaka bagi PSMS.

Irfan Jaya menceploskan gol kemenangan ke gawang PSMS Medan yang dijaga Abdul Rahman dan merubah skor menjadi 3-2 sekaligus memastikan gelar juara.

Gol berawal dari manuver dari sisi sayap kemudian diteruskan kepada Ricky Kayame yang berada di kotak penalti. Tanpa egois, Ricky mengirimkan bola kepada Irfan yang berdiri bebas di sisi kanan. Dengan mudah Irfan menyontek bola yang tak lagi bisa dijangkau Abdul. Skor 3-2 untuk Persebaya.

Persebaya memiliki dua peluang emas di menit ke-97 dan 99 dari Ricky Kayame dan Irfan Jaya. Sayang, tembakan dari jarak dekat yang dilepaskan kedua pemain mampu diblok oleh Abdul Rohim yang tampil gemilang.

PSMS nyaris membuat kedudukan kembali imbang andai Dimas Drajad mampu memanfaatkan bola kemelut di kotak penalti. Sayang, tembakannya masih membentur lawan.

Keunggulan 3-2 untuk Persebaya akhirnya bertahan hingga laga usai. Akhir drama final Liga 2 pun menjadi milik Bajul Ijo!

Keberhasilan Persebaya Surabaya menjuarai Liga 2 sekaligus promosi ke kasta tertinggi kompetisi Loga Indonesia musim depan seolah menjadi hadiah terindah bagi klub kebanggan warga Surabaya dan Bonekmania. Sebab, Persebaya Surabaya harus melewati ujian panjang sebelum sampai pada tahap ini, bahkan sempat dibubarkan.

Kisruh baru usai ketika  status Persebaya dipulihkan menjadi anggota PSSI pada Kongres PSSI di Hotel Aryaduta, Bandung, Minggu, (8/1/2017). Tim kebanggaan arek Surabaya ini akhirnya kembali ke Divisi Utama atau satu level di bawah kompetisi utama di Indonesia.

Sempat tertatih-taih di awal musim Liga 2, manajemen Persebaya akhirnya menunjuk Angel Alfredo Vera untuk melatih klub ini sejak Mei 2017. Juara perserikatan 1941, 1951, 1952, 1978, 1988, dan Liga Indonesia 1996/1997, 2004 ini perlahan tapi pasti merangkak melewati setiap fase di Liga 2.

Di babak penyisihan grup, Persebaya lolos sebagai juara Grup 5. Di babak 16 besar Persebaya lolos sebagai runner up Grup C di bawah Kalteng Putra sampai kemudian menjuarai Grup Y di babak 8 besar.

Pada laga semifinal, Persebaya menang atas Martapura FC dengan skor 3-1 dan akhirnya kembali ke kasta tertinggi Indonesia. Puncaknya, Green Force  membuktikan yang terbaik di kasta kedua usai menundukkan PSMS dengan skor tipis 2-3 di partai final. (bmb)

Susunan Pemain

PSMS Medan: Abdul Rahman (PG); Derry Herlangga, Wanda Syahputra, Roni Fatahillah, Fredyan, Legimin Raharjo, Suhandi, Dimas Drajad, Frets Listanto Butan, I Made Adi Wirahadi, Elthon Maran.

Persebaya Surabaya: Miswar Saputra (PG); Abu Rizal Maulana, Andri Muladi, Fandry Imbiri, Irfan Febrianto, Rendi Irwan, Muhammad, Hidayat, Adam Maula, Irfan Jaya, Rishadi Fauzi, Oktavianus Fernando.

Penghargaan Liga 2 2017

Juara I: Persebaya Surabaya

Hadiah: Trofi, Medali dan uang Rp 1 miliar

Runner Up: PSMS Medan

Hadiah: Medali dan uang Rp 750 juta

Juara III: PSIS Semarang

Hadiah: Medali dan uang Rp 400 juta

Tim Pair Play: PSIS Semarang

Hadiah: Trofi

Pemain Terbaik: Irfan Jaya (Persebaya Surabaya)

Hadiah: Trofi dan uang Rp 100 juta

Top skor: Rivaldi Bawuo (Kalteng Putra)

Hadiah: Trofi dan uang Rp 100 juta