Pesawat Pengintai Milik Prancis Jatuh di Malta, 5 Tewas

pesawat-pengintai-prancisGLOBALINDO.CO, MALTA – Sebuah pesawat pengintai milik Prancis yang tengah menjalankan misi pengintaian perdagangan gelap manusia dan obat-obatan jatuh setelah lepas landas di Bandara Internasional Malta. Lima orang tewas akibat insiden ini.

Dilansir dari BBC, Selasa (25/10/2016), Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Dria menegaskan bahwa tiga korban yang tewas merupakan staf kementerian. Sementara dua lainnya adalah kontraktor.

“Tidak ada ledakan sebelum kecelakaan itu,” ungkap salah seorang saksi mata.

Kecelakaan ini terjadi pda Senin (24/10) waktu setempat. Pesawat tersebut terjatuh membentur tanah dan hancur dalam kepungan api.

Pihak otoritas Malta menyatakan, penerbangan tersebut merupakan bagian dari operasi Prancis untuk melacak perdagangan gelap manusia dan obat-obatan. Saat ini Kementerian Pertahanan Prancis sedang melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan.

Bandara sempat ditutup namun kini telah kembali dibuka. Sempat ada kabar bahwa penerbangan itu mengangkut pejabat usai kunjungannya ke perbatasan Uni Eropa. Namun hal itu dibantah.

“Pesawat kami baru saja hendak lepas landas dan ada ledakan besar di sisi kanan pesawat,” kata seorang saksi mata, Ed de Gaetano.

“Ini cukup menakutkan, banyak keributan di pesawat dan semua orang bertanya-tanya apa yang sedang terjadi,” imbuhnya.

Sebuah video yang diambil dari dalam pesawat lain menunjukkan adanya api dan asap hitam mengepul di lokasi kejadian. Lokasi berada di landasan pacu.

“Semua sisa-sisa dari jenazah korban telah ditemukan,” ujar pemerintah Malta.

Sementara itu seorang saksi mata lain, Lauren Azzopardi mengatakan ia melihat pesawat menukik secara vertikal. Ia yang sedang mengemudi sempat merekam peristiwa itu dari dalam mobilnya.

“Pesawat datang dengan kecepatan tinggi. Pesawat itu tampak seperti terbalik dan tertancap ke dalam tanah,” tutur Azzopardi seperti dilansir CNN, Selasa (25/10).

Seorang pejabat Malta menyebut penerbangan itu merupakan operasi Prancis yang sudah berlangsung selama lima bulan terakhir. Rute dijadwalkan sebagai penerbangan lokal.

“Dan kembali dalam beberapa jam tanpa mendarat di negara-negara ketiga,” sambung pejabat itu.

Pesawat yang jatuh itu diketahui terdaftar di Amerika Serikat dengan nama perusahaan Worldwide Aircraft Services. Pemerintah Malta mengatakan pesawat disewakan kepada sebuah perusahaan Luksemburg.(dtc/ziz)