Pesawat US-Bangla Airlines Nyungsep di Lapangan Bola, 49 Tewas

oleh
Pesawat US-Bangla Airlines yang nyungsep dan meledak di lapangan bola.

GLOBALINDO.CO, KATHMANDU – Sebanyak 49 orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan pesawat milik maskapai US-Bangla Airlines dari Bangladesh di Bandara Tribuvhan, Kathmandu, Nepal, Senin (12/3/2018) waktu setempat.

AFP melaporkan, pejabat setempat mengatakan ada 71 orang yang berada di dalam pesawat. Sebelumnya, pesawat tersebut lepas landas dari Dhaka. Namun sampai di Kathamandu, pesawat jatuh di landasan pacu dan tergelincir ke arah lapangan sepak bola.

Tim penyelamat berupaya memotong badan pesawat yang terbalik dan hangus terbakar untuk menarik korban keluar. Penumpamng lain ditemukan terkubur di bawah puing-puing yang berserakan.

“40 orang tewas di lokasi dan 9 lainnya meninggal di dua rumah sakit di Kathmandu,” kata juru bicara polisi Manoj Neupane.

(Baca Juga: Kecelakaan Pesawat Klub Sepakbola Brasil, 76 Orang Tewas)

Sementara itu, masih ada 22 orang lainnya yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, beberapa di antaranya kritis. Salah satu korban selamat, Sana Shakya, mampu keluar dari jendela pesawat yang terbakar. Menurut keterangannya, dia tidak menyadari kalau pesawat berada dalam masalah selama perjalanan, hingga akhirnya pesawat jatuh di permukaan tanah.

“Pesawat itu naik turun, miring ke kanan dan kiri, naik turun lagi. Saya pikir itu hanya lalu lintas udara biasa. Saya tahu pesawat dalam masalah ketika mendarat keras,” ucapnya.

Penyebab kecelakaan belum diketahui, namun pihak bandara menyatakan, pesawat tidak terkendali ketika mendarat.

Sementara itu, CEO US-Bangla Airlines, Imran Asif menuduh pengawas lalu lintas udara Kathmandu yang gaduh.

“Pilot kami merupakan instruktur pesawat Bombardier, jam terbangnya lebih dari 5.000 jam,” katanya.

Seorang sumber dari pihak bandara yang tidak ingin menyebutkan namanya mengatakan, ada kebingungan antara petugas kontrol lalu lintas udara dan pilot terkait nomor landasan pacu di Kathmandu, antara landasan pacu 02 dan landasan pacu 20, yang seharusnya dimaksudkan pesawat untuk mendarat.

Saksi mata menyebutkan, pesawat Bombardier Dash Q400 turboprop buatan Kanada itu jatuh saat melakukan pendekatan kedua ke bandara untuk siap mendarat.

Juru bicara maskapai Kamrul Islam mengatakan, 33 penumpang merupakan warga Nepal, 32 orang berasal dari Bangladesh, satu orang warga negara China, dan satu orang dari Maladewa.

Media lokal melaporkan, banyak penumpang asal Nepal merupakan mahasiswa yang pulang ke rumah untuk berlibur.

Bandara Kathmandu sempat ditutup setelah peristiwa kecelakaan itu. Sebagai satu-satunya bandara internasional di Nepal, para ahli berpendapat area pengunungan yang menjulang tinggi ke utara menyulitkan pilot untuk mendarat.

“Pendaratan di Kathmandu memiliki medan yang sedikit menantang,” kata Gabriele Ascenzo, seorang pilot Kanada yang menjalankan kursus keselamatan penerbangan di Nepal.

Menurutnya, pilot harus menerbangkan pesawat di atas medan yang tinggi sebelum melakukan penurunan tajam menuju bandara.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *