Pilgub Jabar, PKB Pimpin Koalisi Usung Ridwan Kamil, Nasdem Oke

Ridwan Kamil yang bakal maju dalam Pilgub Jabar mendapat dukungan dari PKB dan Nasdem.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memastikan diri mendukung Ridwan Kamil dan memimpin koalisi di ajang Pilgub Jawa Barat (Jabar) 2018.

“Setelah berlangsungnya proses komunikasi yang intensif, Ridwan Kamil juga berharap agar PKB bisa menjadi pemimpin koalisi,” kata Ketua Desk Pilkada DPP PKB, Daniel Johan, Senin (28/8/2017).

Dukungan PKB ini menambah kekuatan Ridwan Kamil setelah Partai Nasdem jauh hari sebelumnya sudah mendeklarasikan diri siap mengusung Wali Kota Bandung itu di Pilgub Jabar. Bila digabungkan, sudah 12 kursi DPRD yang didapat Ridwan Kamil dari syarat minimal 20 kursi.

(Baca Juga: Ketika Aa Gym Tergoda Pilgub Jabar, Istikhara Hingga Galang Relawan)

Menurut Daniel, Ridwan Kamil sudah berkali-kali meminta PKB menjadi pimpinan koalisi pendukungnya. PKB pun siap bersama-sama dengan Nasdem.

“Itu disampaikan berkali-kali oleh Ridwan Kamil yang berharap agar PKB bersedia memimpin koalisi. Terakhir pertemuan yang di Jakarta. Tentu PKB akan memimpin koalisi bersama-sama sahabat NasDem, kita akan menjaga kebersamaan dengan seluruh partai koalisi,” imbuh Wasekjen PKB ini.

Soal bakal calon wakil Ridwan Kamil, PKB berharap bisa menempatkan kadernya. Nama anggota DPR Cucun Ahmad Syamsurijal sempat disebut-sebut. Meski begitu, PKB masih terbuka bagi pertimbangan dari partai koalisi lain.

“PKB diharapkan bisa menempatkan wakil, tapi PKB terbuka dengan masukan sahabat koalisi yang lain, yang penting wakilnya nanti mampu memperkuat posisi Ridwan Kamil di dalam memenangkan hati rakyat Jabar,” tutur Daniel.

Hanya, PKB sudah jelas menolak bila wakil untuk Ridwan Kamil di Pilgub Jabar adalah Bima Arya. PKB, disebut Daniel, punya alasan tersendiri menolak Wali Kota Bogor itu mendampingi Ridwan Kamil.

“Sudah pasti bukan Bima Arya. Karena kami anggap Bima Arya tidak menambah kekuatan maksimal untuk Ridwan Kamil,” jelas Wakil Ketua Komisi IV DPR tersebut.

Sementara itu, Partai Nasdem mengapresiasi keputusan PKB yang telah memutuskan untuk mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar. Nasdem tak mempermasalahkan jika PKB memimpin koalisi.

“Kita sangat berterimakasih bahwa PKB sudah memastikan secara resmi untuk mendukung Ridwan Kamil. Ini akan membuat Ridwan Kamil semakin pasti untuk menjadi calon gubernur dengan mendapat dukungan dari partai,” kata Ketua DPW Nasdem Jabar, Saan Mustopa.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana memenangkan RK di Pilgub Jabar. Untuk itu tidak masalah jika PKB yang akan memimpin koalisi.

“Kalau kita nggak masalah, siapa saja yang mau mimpin koalisi, yang penting punya peluang jadi calon gubernur, dan partai pendukung solid untuk memenangkan Kang Emil. Jadi kita tidak mempersoalkan,” katanya.

PKB bersama-sama dengan Nasdem kini tengah melakukan penjajakan dengan PPP dan Demokrat untuk menambah kekurangan jumlah kursi di DPRD. Bila empat partai ini bergabung, syarat 20 kursi sudah bisa didapat dan tiket untuk maju di pilgub dapat dikantongi Ridwan Kamil.

“Tinggal kita mencari dan memastikan PPP, kita ingin memastikan PPP. Kalau ketiga ini NasDem, PKB, dan PPP sudah pasti, maka pengusungan Kang Emil menjadi calon gubernur sudah memenuhi syarat minimal 21. Kita dengan PPP intensif, ini kan dengan PPP sama (akan mendukung), mudah-mudahan soal timing dan kita berharap tidak terlalu lama ke depan,” imbuhnya.

“Kalau kita hari ini lebih fokus ke partai yang belum berkoalisi, kalau Golkar dan PDI kan sudah mengusung calon masing-masing. Kita fokus komunikasi ke partai-partai yang belum membangun koalisi, ini yang kita lakukan pendekatan secara intensif ke PPP, Hanura, PAN, Demokrat,” ungkap Saan.(dtc/ziz)