Pilpres Amerika Serikat Memanas, Kantor Partai Republik Dibom Molotov

kantor-partai-republik-dibom-molotovGLOBALINDO.CO, NORTH CAROLINA – Proses Pilpres (pemilihan Presiden) di Amerika Serikat yang diperebutkan oleh Hillary Clinton dan Donald Trump kian memanas. Kedua kubu tidak hanya saling serang lewat argumentasi. Bahkan, teror fisik berupa bom terjadi.

Sebuah Kantor Partai Republik di Orange County, North Carolina, Amerika Serikat (AS) menjadi korban teror bom molotov yang dilempar oleh orang tak dikenal. Gedung kantor partai yang menaungi Capres Donald Trump ini juga dicoret-coreti tulisan Nazi dan lambang swastika.

Sejumlah media Ameria seperti New York Times dan New York Post, Senin (17/10/2016) melansir, bagian dalam kantor Partai Republik hangus terbakar akibat insiden yang terjadi pada Sabtu (15/10/2016) malam waktu setempat.

Akun Twitter resmi kantor Partai Republik untuk North Carolina, @NCGOP, memosting sejumlah foto yang menunjukkan hancurnya kantor pada Minggu (16/10/2016) sore.

Dinding bagian dalam gedung terlihat menghitam akibat kebakaran yang dipicu bom molotov, sofa hangus terbakar, sejumlah papan maupun poster kampanye Trump dan cawapresnya Mike Pence, juga beberapa kandidat pemilu legislatif lokal, ikut hangus.

Salah satu kaca jendela gedung itu pecah, kemudian sebuah lambang swastika dituliskan dengan cat semprot di salah satu dinding bagian luar gedung tersebut. Coretan swastika itu disertai kata-kata berbunyi: “Nazi Republikan tinggalkan kota ini atau yang lain (akan terjadi).”

Dalam keterangannya, kepolisian Hillsborough menyebut kebakaran yang terjadi di kantor Partai Republik itu dipicu bom molotov, yang dilemparkan ke salah satu jendela gedung itu. Kantor Partai Republik itu berada di kompleks pusat perbelanjaan setempat yang berjarak 22 kilometer dari kota Durham.

Insiden yang melanda kantor Partai Republik itu, baru disadari otoritas setempat pada Minggu (16/10), setelah pemilik bisnis tersebut melapor pihak berwajib. Gubernur North Carolina Pat McCrory menyatakan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden itu.

Direktur Eksekutif Kantor Partai Republik untuk North Carolina, Dallas Woodhouse, menyebut insiden ini sebagai terorisme politik. “Kantor itu sendiri hancur. Hal paling penting bagi kami adalah tidak ada yang tewas, dan mereka baik-baik saja” ucapnya.

“Tidak peduli apakah Anda Republikan, Demokrat, atau independen, semua warga Amerika seharusnya marah atas serangan kekerasan yang dipenuhi kebencian ini, terhadap demokrasi kita. Semua orang di negara ini harusnya bebas mengekspresikan pandangan politik mereka tanpa mengkhawatirkan keselamatan mereka,” imbuh Woodhouse.

Kepolisian setempat bekerja sama dengan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Peledak AS dalam memburu pelaku di balik serangan ini.

Gubernur McCrory yang seorang Republikan, mengecam keras serangan ini. “Kekerasan tidak punya tempat di masyarakat kami — khususnya dalam pemilu. Untungnya tidak ada korban luka, namun saya akan mengerahkan segala hal yang saya punya sebagai gubernur untuk membantu otoritas lokal dalam penyelidikan ini,” tandasnya.(dtc/ziz)