Pimpinan Dewan Bantah Ada Pengusiran Saat Paripurna

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sejumlah pimpinan DPRD Kota Surabaya membantah menginstruksikan Petugas Dalam (Pamdal) dewan mengusir rombongan PCNU Surabaya. Kepastian tersebut disampaikan Ketua DPRD Surabaya Armuji.

“Aku emoh komentar, takon laine ae (saya tidak mau komentar, tanyakan yang lain saja,” ujar Armuji saat dikonfirmasi.

Sementara Wakil Ketua DPRD Surabaya Dharmawan menampik adanya pengusiran dalam sidang paripurna. Dia menjelaskan, pamdal hanya mengarahkan tempat duduk kepada rombongan PCNU.

Menurut Aden, sapaan Dharmawan, selama ini untuk tamu undangan mestinya duduk di balkon. Apalagi rombongan PCNU Surabaya yang datang tadi cukup banyak.

“Itu tadi kan undangannya banyak, sehingga diarahkan ke balkon. Di bawah ditempati oleh SKPD (satuan kerja perangkat daerah), jadi bukan ngusirlah, hanya miskomunikasi saja,” terangnya.

Ketua PCNU Surabaya Muhibbin mengatakan, keikutsertaan dalam sidang paripurna perpanjangan pansus mihol hanya untuk memastikan DPRD Surabaya memiliki komitmen membebaskan Surabaya dari minuman memabukkan.

“Kedatangan kami mungkin tidak diinginkan oleh pimpinan dewan, tapi kami tidak diusir kok, buktinya masih mengikuti sampai paripurna selesai,” katanya.
Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini berjanji akan tetap mengawal pansus mihol. Tujuannya, memastikan pansus tidak main-main. Mengingat pansus sudah memutuskan pelarangan total peredaran mihol di Surabaya.

“Kita lihat prosensya, mereka punya good wiil. Kalau tidak begitu, kita menyerukan masyarakat serukan hukuman moral kepada pansus,” tandas Muhibbin.(bmb/gbi).