Pimpinan Geng Motor ‘Jepang’ Usia 18 Tahun Diringkus Polisi

oleh
Inilah laki-laki dan perempuan anggota geng motor 'Jepang' yang diringkus polisi setelah menjarah di toko pakaian Fernando Stores di Jalan Sentosa, Sukmajaya, Depok, Minggu (24/12).
Inilah laki-laki dan perempuan anggota geng motor ‘Jepang’ yang diringkus polisi setelah menjarah di toko pakaian Fernando Stores di Jalan Sentosa, Sukmajaya, Depok, Minggu (24/12).

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Polisi meringkus pimpinan Geng Motor Jembatan Mampang atau ‘Jepang’ yang berinisial H di kawasan Bogor, Jawa Barat. Tersangka yang masih berusia 18 tahun memimpin geng yang beranggotakan puluhan orang.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, H ditangkap bersama tiga anggota Geng Motor Jepang lainnya, A (16 tahun), W (15 tahun) dan M (12 tahun).

“H berhasil ditangkap, itu umurnya 18 tahun dan sebagai ketua gengnya,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (27/12).

Mereka kini ditahan bersama sekitar sejumlah orang anggota geng motor lainnya yang telah ditetapkan tersangka. Keberadaan Geng Motor Jepang diketahui setelah aksi penjarahan sebuah toko pakaian di Depok, Jawa Barat. Mereka menjarah sambil membawa senjata tajam untuk menakut-nakuti warga.

“Ada yang ikut mengambil, ada juga yang ikut membawa sajamnya jadi semua yang membantu juga bisa ikut kena daripada kasus ini,” kata Argo.

Rekaman aksi mereka sempat viral di dunia maya. Polisi lantas bergerak karena aksi mereka sangat meresahkan dan sudah beberapa kali terjadi. Sebanyak 26 orang sempat diamankan. Beberapa di antara mereka positif menggunakan narkoba.

Argo mengatakan, proses hukum yang akan diambil kepolisian terhadap para pelaku geng motor ‘Jepang’ ini akan diselesaikan sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Sebelumnya, polisi meringkus puluhan anggota geng motor Jepang. Para tersangka yang ditangkap adalah Ahmad Baqir bin Abubakar (18), pengemudi ojek online warga Jalan Salak RT 9/01, Kelurahan Mampang, Pancoran Mas, Depok; Alpin Pratama (20) warga Kelurahan Mampang, Pancoran Mas; Faturahman (17), pelajar, warga Kampung Baru, Kelurahan Ratu Jaya, Bojonggede, Kabupaten Bogor;

Al Gifahri Alias Fahri (16), pelajar SMK, warga Perumahan Nusa Indah Residence, Tanah Baru, Bogor Utara; Dewa Sharul Ramadhan (16), karyawan swasta, warga Jalan Raden Saleh, Beji, Depok.

Tiga orang perempuan yakni Exter Al Afna (18) warga Perum Dpok Mulya 1, RT 08/15 No 1, Beji, Depok; Bella Arsita (16) warga Kampung Bulak Rambutan, Cipayung, Pancoran Mas, dab Yuvita Anggraeni (17), warga Jalan Kampung Utan, Kelurahan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Mereka diburu polisi setelah menjarah di toko pakaian Fernando Stores di Jalan Sentosa, Sukmajaya, Depok, Minggu (24/12).

Sebelum membekuk 8 orang tadi, polisi mengamankan 26 anggota geng motor Jepang (Jembatan Mampang) yang dibekuk aparat Polresta Depok, karena diduga telah melakukan penjarahan di toko pakaian Fernando Stores di Jalan Sentosa, Sukmajaya, Depok, Minggu (24/12) dinihari lalu. Dari jumlah itu 8 dijadikan tersangka. (cni/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *