PKB Minta Ketua DPRD Klarifikasi Soal Pengusiran Ketua PCNU

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Desakan agar unsur pimpinan DPRD Surabaya segera meminta maaf atas kasus dugaan pengusiran Ketua DPC PCNU Kota Surabaya saat sidang paripurna beberapa waktu lalu terus mengalir. Kali ini giliran Ketua DPC PKB Surabaya, Syamsul Arifin yang menyampaikannya.

Syamsul Arifin menegaskan, terkait kejadian tersebut Ketua DPRD Surabaya Armuji tidak cukup hanya menyampaikan permintaan maaf. Syamsul meminta Armuji memberikan klarifikasi di hadapan media dan pihak terkait.

“Ketua DPRD harus mengklarifikasi apakah benar ada perintah atau dalam kejadian pengusiran itu,” tegas Syamsul Arifin.

Menurut Syamsul, insiden pengusiran yang dialami Ketua PCNU Surabaya, Ahmad Muhibbin Zuhri tidak mungkin dilakukan oleh petugas pengamanan dalam (pamdal) jika tidak ada yang menginstruksikan.

“Yang jelas seorang Pamdal dalam melakukan seauatu itu ada instruksinya. Pasti ada instruksi itu” ucapnya.

Lebih lanjut, Syamsul berharap kepada pimpinan DPRD mau terbuka apa yang sebenarnya terjadi kepada masyarakat Kota Surabaya.

“Kami berharap ketua DPRD bersikap transparan dan jujur kepada masyarakat ada motif apa karena sudahlah tidak ada yang bisa ditutupi soal masalah itu karena pasti terbongkar pada saatnya” harapnya.

Tidak hanya itu, Syamsul juga telah mengagendakan memanggil Ketua KOmisi B (perekomian) Mazlan Mansur. Menurutnya, pihaknya perlu mendengarkan secara langsung penjelasan dari politisi dari PKB itu.

“Kebetulan Ketua KOmisi B berasal dari PKB. Kami akan panggil beliau untuk menjelaskan ada motif apa dan kronologis seperti apa,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pembahasan Raperda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol (Mihol) di Gedung DPRD Surabaya, Senin (19/4/2016) kisruh. Rombongan PCNU Surabaya diusir petugas Pamdal DPRD dari ruang paripurna.(bmb/gbi)