PKS Ancam Hengkang, Demokrat Anggap Remeh

oleh
Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) menyambut kedatangan Ketum dan capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

GLOBALINDO.CO JAKARTA – Saling berebut posisi cawapres di tubuh koalisi parpol pendukung Prabowo Subianto kian meruncing. Tak cukup hanya gerakan Ijtimak Ulama, PKS kembali bermanuver mengancam hengkang  dari koalisi dan memilih abstain di Pilpres 2019 jika Prabowo tak menggubris dua kandidat yang direkomendasikan Ijtimak Ulama yakni Salim Segaf Al Jufri dan Ustad Abdul Somad.

Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin membocorkan bangunan koalisi partainya dengan Gerindra, PAN, dan Partai Demokrat masih sedikit rapuh lantaran kursi cawapres yang hingga kini masih digantung oleh Prabowo. Karena itu, bisa saja PKS meninggalkan bangunan itu jika Prabowo mengabaikan begitu saja rekoemndasi Ijtimak Ulama GNFP.

“Jadi posisi kami menunggu apa keputusan Pak Prabowo. Mungkin koalisi bisa tetap berjalan. Jika tidak, ya mungkin ada pembicaraan,” ungkap Suhud, Rabu (1/8).

Suhud mengatakan PKS mempertimbangkan opsi abstain di Pilpres 2019 jika akhirnya tak ada kader PKS yang dipilih jadi cawapres. Menurutnya, opsi itu dipilih jika situasinya tidak memungkinkan untuk melanjutkan koalisi dengan Gerindra.

“Kira-kira sikap resmi PKS itu seperti apa ketika ada nama lain yang diusulkan,” katanya.

Seperti diketahui, PKS mengungkap masih belum adanya kesepakatan soal cawapres Prabowo hingga saat ini. Gerindra-PAN-PKS dan Ketum PA 212 Slamet Maarif semalam, Selasa (31/7), mengadakan pertemuan untuk membahas soal cawapres sekaligus soal perkembangan terbaru koalisi yakni masuknya Demokrat ke kubu mereka.

Partai Demokrat menanggap enteng ultimatum PKS.  Partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono ini bahkan menyebut itu hanya taktik politik biasa yang sedang dijalankan PKS untuk menaikkan nilai tawar ke Prabowo.

“Dalam lobi-lobi politik, apa yang disampaikan PKS itu lumrah, mengeluarkan jurus dan taktik. Lumrah dalam negoisasi politik. Memang harus gitu, tidak boleh nyerah,” ujar Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean, Rabu (1/8).

Ferdinand mengakui, masih ada perbedaan pendapat di partai-partai koalisi Prabowo. Hal tersebut menyangkut cawapres untuk mendampingi sang eks Danjen Kopassus.

“Memang masih ada perbedaan pendapat di cawapres, tidak mudah menyelesaikannya,” kata Ferdinand.

Meski begitu, dia yakin PKS pada akhirnya tidak akan abstain dan tetap masih berada di koalisi ini. Ferdinand pun mengimbau partai-partai koalisi menyerahkan keputusan cawapres kepada Prabowo.

“Dari pada berlarut-larut kita serahkan ke Pak Prabowo saja. Sampai sekarang isu yang jadi bahasan cawapres, kalau debat-debat terus tidak akan tuntas karena semua partai ingin kadernya jadi wakil,” ucapnya. (dt/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.