PKS Belum Satu Suara dengan Gerindra-PAN Dukung Yenny Wahid

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabwo Subianto (kiri) berbincang dengan Zanubah Arifah Hapsah alias Yenny Wahid yang digadang berpeluang diusung partainya di Pilgub Jatim 2018.

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Partai Gerindra terus mencari sosok yang bisa menandingi dua calon gubernur yang diusung koalisi parpol lain, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa pada menit-menit akhir jelang pendaftaran pasangan Cagub-Cawagub Jatim 2018. Partai pimpinan Prabowo Subianto tiba-tiba memunculkan nama Zanubah Arifah Hapsah alias Yenny Wahid, putri mantan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) untuk ikut berlomba merebut suara warga nahdliyin (NU).

Partai Gerindra tetap mengajak Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sama-sama belum menetapkan dukungan untuk embahas peluang mengusung Yenny Wahid. Tiga parpol yang sudah berkoalisi di 5 Pilgub ini kabarnya sedang mematangkan dukungan kepada Yenny.

“Hari ini pimpinan Gerindra, PAN, dan PKS sedang bertemu membahas Pilkada Jatim, salah satunya membahas nama Yenny Wahid,” kata Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Hendro Subiantoro.

Ketua DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membenarkan rencana poros tengah yang digagas partainya dan PAN untuk mengusung Yenny Wahid. Menurutnya, nama Yenny muncul setelah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sempat bertemu dengan putri Presiden Indonesia keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu, beberapa waktu lalu.

“(Yenny) Salah satu alternatif calon yang diusung oleh Gerindra. Saat ini masih penjajakan. Rekomendasi Gerindra belum final,” kata Dasco saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa (2/1).

Namun demikian, kata Dasco, dua nama yang sudah digodok sebelumnya yakni Bupati Bojonegoro Suyoto dan Moreno Soeprapto tetap berpeluang.

“Kami masih menunggu PAN dan PKS,” kata Dasco.

Bendahara DPW PAN Jatim, Agus Maimun saat dikonfirmasi mengakui ada pembahasan serius dari tiga partai untuk memberi dukungan kepada Yenny Wahid. Agus mengatakan, Yenny bukan figur baru di Jatim, terutama bagi warga NU.

“Yenny Wahid juga memiliki jaringan yang kuat di Jatim,” tutur Ketua Fraksi PAN DPRD Jatim ini.

Suami Yenny, Dhohir Farisi dikenal sebagai kader Gerindra dan pernah duduk sebagai anggota DPR RI pada periode lalu. Apabila ini Gerindra memutuskan dukungan untuk Yenny, maka PAN yang akan menyodorkan pendamping. Koalisi poros ketiga ini sedianya akan mengumumkan cagub-cawagub Jatim Rabu besok (3/1).

Situasi ini nampaknya dianggap kurang menguntungkan bagi PKS. Presiden PKS, Sohibul Iman menegaskan, munculnya nama Yenny Wahid hanya diklaim sepihak oleh mitra koalisinya.

“Belum ada pembicaraan tentang Mbak Yenny. Mungkin itu aspirasi di internal Gerindra,” kata Sohibul.

Partai Gerindra memang selalu kalah sigap dalam memilih dan menjatuhkan dukungan di Pilgub Jatim 2018 ini. Sebelum Yenny Wahid, sejumlah nama sempat disebut sebagai calon gubernur Jatim oleh motor koalisi poros tengah, Partai Gerindra. Contohnya, Bupati Trenggalek, Emil Elistyanto Dardak yang sempat digadang Gerindra, justru diserobot Partai Demokrat dari PDIP dan disandingkan dengan Khofifah Indar Parawansa.

Setelah rencana mengusung suami artis Arumi Bachsin kandas, Partai Gerindra mendekati Presiden Persebaya Azrul Ananda, yang juga putra mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Tetapi pendekatan tersebut menemui jalan buntu.

Belakangan, partai besutan Prabowo Subianto itu mencuatkan nama kadernya yang duduk di DPR RI, Moreno Suprapto. Ia digadang akan diduetkan dengan Bupati Bojonegoro yang juga kader PAN, Suyoto. Sebelum baru-baru ini memunculkan nama Yenny Wahid.

Diketahui, Gerindra memiliki 13 kursi, PAN memiliki 7 kursi, dan PKS 6 kursi di Jatim. Bila ditotal, semuanya berjumlah 26 kursi. Angka tersebut cukup untuk mengusung pasangan Cagub-Cawagub sendiri di Pilkada Jatim 2018 yang mensyaratkan 20 persen suara atau setara 20 kursi bagi parpol atau gabungan parpol. (tb/bmb)