PKS Ingin Figur Capres Baru, FPI Tawarkan Rizieq Shihab

oleh
Pentolan FPI, Habib Rizieq Shihab yang masih berada di Mekkah sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pornografi dan chat mesum, kini ditawarkan FPI sebagai capres 2019.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera mendorong munculnya sosok baru sebagai calon Presiden 2019-2024. Di tengah propaganda PKS memunculkan figur baru, Front Pembela Islam menyuarakan pentolannya, Habibh Rizieq Shihab sebagai sosok yang menjadi Presiden.

Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Bamukmin mengatakan, figur seperti Rizieq Shihab dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan ketika negara dalam keadaan darurat.

“Kalau negara darurat dan mayoritas rakyat Indonesia meminta Habib Rizieq, bisa saja itu terjadi,” kata Novel, Jumat (23/2).

Tapi anehnya, FPI enggan mengajukan Rizieq Shihab sebagai capres. Menurut Novel, tersangka kasus dugaan pornografi dan chatting mesum itu harus dipilih langsung tanpa kompetisi di Pilpres.

“Tetapi berdasarkan musyawarah mufakat, bukan demokrasi,” ujarnya.

Nama Rizieq tiba-tiba mengemuka pada survei Lembaga Media Survei Nasional (Median). Dalam survei Median, Rizieq masuk daftar bakal calon presiden bersama pendakwah Ustad Abdul Somad dengan hasil elektabilitas yang sama, 0,3 persen.

Direktur Median Rico Marbun mengatakan, nama Rizieq Shihab dan Abdul Somad muncul dari responden ketika mereka diberi wewenang mengajukan nama capres yang diinginkan. Kedua nama itu muncul di luar 33 nama yang diajukan kepada responden.

Survei digelar pada tanggal 1 sampai 9 Februari 2018 dengan mengambil 1.000 responden dengan tingkat batas kesalahan sebesar kurang lebih 3,1 persen. Survei itu diklaim mencapai tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun sampel dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling.

Sementara dari hasil sirvei internal PKS, mayoritas masyarakat Indonesia disebut ingin presiden yang baru pada Pemilihan Presiden 2019. Ada sembilan nama yang yang diajukan dalam daftar capres PKS, yakni Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Mohamad Sohibul Iman, Habib Salim Segaf Al Jufrie, Tifatul Sembiring, Almuzammil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.

“Berdasarkan hasil survei internal dan berbagai hasil lembaga survei menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia ingin presiden baru RI pada 2019,” kata Ketua Departemen Politik DPP PKS Pipin Sopian lewat keterangan tertulisnya, Jumat (23/2).

Pipin menyebut, masyarakat memandang pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla belum berhasil meningkatkan kesejahteraan dan rasa aman bagi masyarakat. Menurutnya, persoalan ekonomi dan penegakan hukum yang terpuruk paling dirasakan.

“Harga bahan pokok yang melonjak, tarif listrik tinggi, adanya kriminalisasi, penegakan hukum yang tidak adil dan ancaman orang gila serta isu PKI kepada para ulama menjadi penilaian masyarakat,”  jelasnya.

Menurut Pipin, pandangan masyarakat ini akan menjadi pertimbangan PKS dalam menentukan arah koalisi pada Pilpres 2019. PKS juga menawarkan calon-calon presiden baru hasil dari keputusan Majelis Syuro PKS.

“PKS menawarkan sembilan calon presiden yang kapasitas dan integritasnya sudah teruji serta memiliki basis massa,” cetusnya. (tp/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *