Plaza Jayanata Abaikan Undangan Hearing Dengan Komisi C

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinsensius

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinsensius

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Rencana dengar pendapat (hearing) antara Komisi C DPRD Surabaya, dengan sejumlah instansi terkait dalam kasus pembongkaran eks radio perjuangan Bung Tomo di Jalan Mawar 10 ditunda.

Anggota Komisi C Vinsensius menjelaskan, dengar pendapat terpaksa dibatalkan karena sejumlah pihak yang diundang tidak bisa datang. Mereka yang tidak bisa hadir antara lain, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR).

Selain DCKTR, perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Jayanata juga tidak ada yang datang.

“Yang datang hanya dari Satpol PP. Itupun tadi hanya diwakili,” ujar Awey, sapaan Vinsensius, Senin (15/5/2016).

Menurut Awey, sebenarnya ada beberapa poin penting yang akan dibahas dalam jejaring kali ini diantaranya terkait kesimpang siuran informasi dalam proses penjualan bangunan cagar budaya tipe B tersebut.

Sebab informasi yang disampaikan Cinta Riani selaku pemilik awal dan pemilik sertifikat rumah tidak sama. Di satu sisi, Cinta Riani menyatakan bangunan dijual pada awal Desember setelah semua proses perijinan selesai.

Anehnya, dalam beberapa kesempatan di hadapan media yang bersangkutan mengaku pihaknya tidak pernah mengajukan izin sama sekali. Baik untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun renovasi.

“Fakta tersebut yang mau kita gali dalam hearing hari ini. Ada apa sebenarnya kesannya kok ada yang disembunyikan,” sesal politisi dari Partai Nasdem ini.

Wakil Ketua Komisi C Bukhori Imron juga menyesalkan ketidak hadiran sejumlah pihak terkait. Apalagi, ketidak hadiran mereka tanpa pemberitahuan.

“Nanti akan kita undang laGI dalam beberapa hari ke depan,” pungkas Bukhori Imron.(bmb/gbi)