Polda Metro Jaya Tangkap 8 Pengedar Dollar Palsu Senilai Rp 4,2 Miliar

Ilustrasi dollar palsu

Ilustrasi dollar palsu

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap delapan tersangka pengedar uang dollar palsu senilai Rp 4,2 miliar. Kedelapan tersangka ditangkap di tiga lokasi berbeda, yakni Plaza Blok M, depan Kebun Raya Ragunan, dan di Mall Sarinah.

“Kami dapat info tentang pemalsuan ini dari masyarakat, bahwa terjadi peredaran uang palsu. Setelah kami periksa, lalu kami tangkap 8 tersangka dari 3 TKP,” ujar Kasubdit 6 Ranmor, Ajun Komisaris Besar Andi Adnan, di Polda Metro Jaya, Kamis, 2 Juni 2016.

Dari hasil penangkapan yang dilakukan sejak 27 Mei hingga 30 Mei 2016, polisi menemukan barang bukti berupa uang dollar palsu sebanyak 3.277 lembar pecahan 100 dollar, dengan kisaran Rp 4,2 miliar rupiah.

“Saat ini kami masih mengejar dua tersangka lain yang menjadi pemasok uang palsu tersebut.
Mereka berinisial WLM dan MUH,” ujar Andi.

Berdasarkan keterangan kedelapan orang yang berhasil ditangkap, mereka memperoleh honor 10 persen dari setiap transaksi.

Uang yang disita berasal dari penyitaan di Sarinah sebanyak 996 lembar yang dijual seharga Rp 50 juta. Di Ragunan sebanyak 1.581 lembar dan dijual Rp 100 juta. Sedangkan di Plaza Blok M sebanyak 700 lembar seharga Rp 50 juta. Andi mengatakan kemiripan uang palsu ini dengan uang asli mencapai 80 persen.

Menurut Andi, dalam operasinya mereka hanya membuat uang palsu sesuai pemesanan. Karena itu, Andi meyakini bahwa konsumen uang palsu ini adalah sindikat yang masih belum jelas identitasnya saat ini.

“Mereka berkomunikasi via telepon. Pemesannya kami duga adalah sindikat. Karena selau pesan dengan jumlah besar,” ia menjelaskan.

Adapun kedelapan tersangka yang diciduk polisi adalah LUK 38 tahun, IKS 59 tahun EDG 39 tahun, IGN 39 tahun, RUS 46 tahun, DEB 54 tahun, RAY 38 tahun, serta seorang perempuan berinisial YAS 56 tahun. Dari pengakuan tersangka, perbuatan ini adalah pertama kali bagi mereka.

Andi menyebut para tersangka akan dijerat dengan pasal 244 KUHP tentang pemalsuan uang dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.(tmp/gbi)